Dampak Karhutla Hanya 0,013 Persen, Ekonomi Dinilai Tetap Stabil

Portalkaltim.com, Balikpapan– Aktivitas ekonomi di wilayah Kalimantan dinilai belum mengalami gangguan berarti akibat kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam beberapa waktu terakhir. Hasil asesmen Bank Indonesia menunjukkan dampak terhadap perekonomian secara umum hanya sekitar 0,013 persen, sehingga belum cukup besar untuk memengaruhi kondisi ekonomi daerah secara signifikan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBi), Robi Ariadi mengatakan angka tersebut menggambarkan dampak yang relatif kecil berdasarkan asesmen terhadap perkembangan ekonomi. Data yang menjadi dasar perhitungan juga menunjukkan kondisi Kalimantan belum masuk sebagai komponen yang memberikan pengaruh signifikan terhadap perekonomian secara keseluruhan.

“Pada bulan lalu kami tidak ada aktivitas tersebut. Berdasarkan asesmen kami, hal tersebut ternyata tidak berdampak secara signifikan terhadap perekonomian, yaitu hanya sekitar 0,013 persen,” ujar Robi di KPwBI, Selasa (29/9/2026).

Menurut Robi, angka 0,013 persen tergolong sangat kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan aktivitas ekonomi. Karena itu, kondisi tersebut belum memberikan tekanan yang cukup besar untuk mengubah gambaran perekonomian Pontianak ataupun mendorong perubahan status ekonomi daerah.

Perbaikan kondisi lingkungan juga menjadi salah satu perkembangan yang diperhatikan Bank Indonesia. Kondisi kualitas udara di Pontianak disebut mulai membaik sehingga aktivitas masyarakat secara bertahap dapat kembali berjalan. Pemantauan terhadap berbagai indikator tetap dilakukan untuk melihat apakah perubahan kondisi di lapangan memberikan dampak lanjutan terhadap perekonomian.

Dari sisi mobilitas masyarakat, sebelumnya terdapat sekitar 80 orang pengungsi beserta keluarga dari Kalimantan Barat sejak awal September. Setelah berada di Pontianak selama kurang lebih tiga minggu, sebagian besar pegawai yang sebelumnya berada di daerah tersebut telah kembali, sedangkan sebagian lainnya masih dalam proses penjadwalan kepulangan.

Saat ini, kata Robi, masih terdapat sekitar 34 pegawai beserta keluarga yang berada di lokasi. Mereka telah kembali beraktivitas seiring membaiknya kondisi kesehatan dan kualitas udara. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) juga telah berada di bawah angka 100 dan kondisi tersebut telah berlangsung sekitar tiga minggu terakhir.

Perkembangan itu menjadi salah satu indikator bahwa dampak kondisi karhutla mulai terkendali. Mobilitas dan aktivitas masyarakat yang kembali normal turut memperkecil potensi gangguan terhadap kegiatan ekonomi, meskipun Bank Indonesia tetap mencermati perkembangan situasi di lapangan.

“Artinya, secara umum dampaknya tidak signifikan dan kondisi sekarang sudah mulai teratasi,” kata Robi.

Ia menambahkan, indikator yang dipantau juga belum menunjukkan kondisi yang mengharuskan adanya perubahan status menjadi waspada ataupun siaga. Dengan demikian, perekonomian Pontianak hingga saat ini masih berada dalam kondisi relatif normal meskipun tetap menghadapi risiko dari perubahan kondisi lingkungan.

Robi menegaskan pemantauan tetap dilakukan terhadap kondisi ekonomi maupun berbagai indikator pendukung. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi apabila perubahan kondisi karhutla dan kualitas udara nantinya mulai memberikan pengaruh lebih besar terhadap aktivitas masyarakat maupun sektor ekonomi.

Dengan dampak yang berdasarkan asesmen baru berada di kisaran 0,013 persen, karhutla dinilai belum menjadi faktor yang secara signifikan mengubah arah perekonomian Kalimantan. Perbaikan kualitas udara dan kembali normalnya aktivitas masyarakat menjadi perkembangan positif yang turut mendukung terjaganya stabilitas ekonomi daerah.(IM)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7