Lima Faktor Utama Penentu Keluarga Berisiko Stunting di Kutai Timur

Portalkaltim.com, Kutai Timur – Upaya penurunan angka stunting di Kutai Timur terus dilakukan dengan pendekatan berbasis data agar setiap intervensi yang dilakukan pemerintah benar-benar menyentuh akar persoalan di masyarakat.

Pemerintah daerah kini tidak hanya berfokus pada penanganan gizi, tetapi juga memperhatikan berbagai aspek yang berpotensi menjadikan sebuah keluarga masuk kategori berisiko stunting.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kutai Timur Achmad Junaidi menjelaskan bahwa ada sejumlah indikator penting yang menjadi dasar dalam menentukan apakah sebuah keluarga tergolong berisiko stunting atau tidak.

“Beberapa alasan keluarga dikatakan berisiko stunting,” ujar Achmad Junaidi.

Pertama adalah kondisi sanitasi dan air bersih yang tidak layak seperti masih menggunakan air hujan sungai atau sumur tanpa uji laboratorium dari Dinas Kesehatan yang berpotensi mengancam kesehatan keluarga terutama pada masa seribu hari pertama kehidupan.

Kedua adalah tidak adanya jamban yang layak yang menjadi faktor penyebab utama penyebaran penyakit dan berdampak pada kesehatan anak.

Ketiga adalah kondisi Pasangan Usia Subur atau PUS 4T yaitu terlalu banyak anak terlalu dekat jarak kelahiran terlalu tua atau terlalu muda yang meningkatkan risiko pada kehamilan dan persalinan.

Keempat adalah keluarga yang tidak mengikuti program keluarga berencana sehingga anak lahir terlalu banyak dan terlalu dekat membuat perhatian terhadap pendidikan dan kesehatan anak menjadi tidak optimal.

Kelima adalah keluarga yang masuk dalam desil satu hingga empat atau kategori miskin ekstrem yang membutuhkan bantuan sesuai ketentuan nasional dengan bentuk intervensi seperti pelatihan pekerjaan kursus keterampilan atau dukungan pendidikan.

Dengan mengidentifikasi faktor-faktor tersebut pemerintah daerah dapat menyusun strategi penanganan yang lebih tepat sasaran dan memastikan bahwa setiap keluarga mendapatkan intervensi sesuai kebutuhannya.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen DPPKB Kutai Timur untuk membangun generasi yang sehat sejahtera dan bebas dari risiko stunting di masa depan. (SH/ADV)

Loading