Bukan Sekadar Sekolah Biasa, Kutim Siapkan Harapan Baru Lewat Sekolah Rakyat

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi (kanan)

Portalkaltim.com, Kutai Timur – Upaya menghadirkan akses pendidikan yang lebih merata di seluruh daerah, salah satunya Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menunjukkan arah yang lebih jelas.

Pemerintah daerah (pemda) kini tengah menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat, salah satu Asta Cita presiden saat ini.

Sekolah Rakyat sendiri ialah program pendidikan berbasis asrama (boarding school) yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya di wilayah pedalaman.

Saat ini bahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang langsung meninjau langsung lokasi di Jalan Simono, Sangatta.

Peninjauan tersebut menjadi tindak lanjut dari komunikasi intensif antara Pemda dengan pemerintah pusat, setelah sebelumnya dilakukan pengajuan resmi dan pertemuan langsung dengan pihak kementerian.

Suasana saat tinjau oleh Kementerian PUPR perihal pembangunan Sekolah Rakyat.
Suasana saat tinjau oleh Kementerian PUPR perihal pembangunan Sekolah Rakyat

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menyampaikan bahwa kehadiran tim kementerian menjadi sinyal positif terhadap peluang realisasi program tersebut.

“Beberapa waktu lalu Bupati sudah menyurat ke kementerian, kemudian ditindaklanjuti dengan pertemuan langsung. Hari ini pihak pusat datang meninjau lokasi, artinya proses itu berjalan,” ujar Mahyunadi saat diwawancarai di lokasi seusai tinjauan lokasi, Senin (6/4/2026).

Lahan yang disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat memiliki luas sekitar 8 hingga 9 hektare. Meski demikian, terdapat sejumlah catatan yang harus dipenuhi sebelum pembangunan dapat dilakukan, di antaranya kesiapan akses jalan, ketersediaan listrik dan air, serta pematangan lahan.

Selain itu, aspek legalitas juga menjadi perhatian, terutama terkait penyesuaian peruntukan lahan dan sertifikasi agar sesuai dengan kebutuhan pembangunan fasilitas pendidikan.

Mahyunadi menjelaskan, apabila program ini terealisasi, nilai pembangunan Sekolah Rakyat diperkirakan mencapai 200 hingga 250 miliar rupiah dan seluruh pembiayaan akan ditanggung oleh pemerintah pusat.

“Daerah hanya menyiapkan lahan dan fasilitas pendukung. Ini tentu sangat menguntungkan bagi masyarakat Kutim,” jelasnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukanlah konsep pendidikan lama seperti yang dipersepsikan sebagian masyarakat. Program ini dirancang sebagai sekolah unggulan berbasis asrama yang memberikan akses pendidikan bagi masyarakat marginal.

“Ini bukan sekolah seperti dulu. Ini sekolah unggulan, sekolah plus, yang diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu dan dari pedesaan, dengan sistem asrama,” tegasnya.

Dengan konsep tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya menjadi solusi pemerataan pendidikan, tetapi juga mampu mencetak sumber daya manusia yang lebih berkualitas di masa depan. (TS)

Loading