Aksi Membara di Kantor Gubernur Kaltim Ribuan Massa Kirim Sinyal Keras ke Pimpinan Daerah
Portalkaltim.com, Samarinda — Gelombang aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Selasa (21/4/2026) berubah menjadi tekanan terbuka terhadap pemerintah daerah ketika ribuan massa mengepung lokasi.
Massa yang sebelumnya bergerak dari Gedung DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menuAnjukkan eskalasi sikap dengan membongkar kawat berduri dan merobek spanduk imbauan yang dipasang di area kantor gubernur.
Respons aparat melalui pengeras suara untuk menjaga ketertiban tidak meredam situasi, justru dibalas dengan sorakan yang memperlihatkan kuatnya resistensi di lapangan.
“Silahkan sampaikan aspirasi dengan baik, jaga keselamatan bagi masyarakat,” imbau aparat.
Seruan tersebut tenggelam dalam riuh massa yang mulai mengambil alih penuh ruang aksi melalui orasi bergantian dari berbagqlai kelompok.
Tuntutan terhadap Rudy Mas’ud disuarakan secara frontal, termasuk desakan untuk mundur dari jabatan yang digaungkan dari atas mobil komando.
“Turunkan Rudy Mas’ud! Gubernur terburuk di Kaltim!” teriak massa.
Isu yang diangkat dalam aksi tidak berdiri tunggal, melainkan merangkum berbagai kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dinilai menjauh dari kepentingan publik.
Sorotan terhadap penggunaan anggaran, fasilitas pejabat, hingga arah kebijakan menjadi narasi dominan yang terus diulang dalam orasi.
“Hari ini Pemprov mencederai rakyatnya sendiri. Negeri ini merdeka, tapi rakyatnya menderita,” seru salah satu orator mahasiswa.
Aksi juga diwarnai simbol perlawanan melalui nyala smoke bomb oranye yang mempertegas atmosfer tekanan dan ketegangan di lokasi.
“Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Hidup perempuan yang melawan!” teriak massa secara bergelombang.
Desakan agar gubernur turun langsung menemui massa menjadi tuntutan kolektif yang terus digaungkan tanpa jeda.
“Turun! Temui massa!” seru peserta aksi.
Meski diwarnai tindakan simbolik seperti perobekan dan pembongkaran pengaman, aparat keamanan tetap mampu menjaga situasi agar tidak lepas kendali.
Aksi ini menegaskan bahwa tekanan publik terhadap pemerintah daerah telah mencapai titik terbuka, dengan tuntutan yang tidak lagi bersifat parsial melainkan menyasar arah kepemimpinan secara keseluruhan. (SH)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7







