Depo Kilo 13 Belum Siap, Fasilitas Dasar Tertunda. Anggaran Rp120 Miliar Didorong DPRD Balikpapan

Portalkaltim.com, Balikpapan – Rencana pemanfaatan depo di Kilo 13 Balikpapan masih menghadapi sejumlah pekerjaan dasar sehingga belum dapat difungsikan secara optimal untuk mendukung kebutuhan parkir kendaraan angkutan besar.

Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan H Yusri mengatakan kondisi lokasi masih membutuhkan penataan, terutama penerangan dan material agregat agar kawasan tersebut dapat digunakan sementara sebagai tempat parkir kendaraan besar yang selama ini berada di sepanjang jalan.

Menurutnya, akses kendaraan menuju lokasi sudah memungkinkan karena pekerjaan cut and fill telah dilakukan, tetapi kondisi tersebut belum berarti depo telah beroperasi secara penuh karena fasilitas pendukung masih perlu dilengkapi.

“Kalau untuk parkir sementara, kita perlu agregat dan penerangan, terutama lampu karena tiangnya sudah ada,” kata Yusri di Kantor DPRD Kota Balikpapan, Senin (5/10/2026), setelah meninjau lokasi Kilo 13.

Yusri menilai penerangan menjadi kebutuhan penting apabila lokasi mulai digunakan sebagai tempat parkir, sehingga kawasan tersebut tidak hanya memiliki akses kendaraan tetapi juga fasilitas dasar yang menunjang pemanfaatannya.

Ia menjelaskan kawasan itu masih berada dalam proses penyiapan lahan, termasuk pekerjaan pembukaan dan pematangan area, sementara penggunaan sementara diarahkan untuk menampung kendaraan besar agar tidak seluruhnya berhenti di badan jalan.

Dari peninjauan tersebut, DPRD juga melihat kebutuhan pembangunan depo secara lebih lengkap masih cukup besar sehingga tidak cukup hanya mengandalkan pekerjaan cut and fill yang telah dilakukan pada tahap awal.

Yusri menyebut kebutuhan pengembangan secara menyeluruh diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp120 miliar dan diusulkan melalui skema penganggaran multiyears mulai 2028, dengan harapan seluruh fasilitas dapat tersedia secara bertahap.

“Harapannya nanti depo ini lengkap fasilitasnya, bukan hanya lahannya saja, sehingga bisa benar-benar dimanfaatkan,” ujarnya.

Untuk tahap awal, DPRD mendorong agar kebutuhan paling mendesak seperti penerangan dan penataan permukaan kawasan dapat diperhatikan sehingga fungsi sementara sebagai lokasi parkir dapat berjalan sebelum pembangunan fasilitas secara keseluruhan direalisasikan.

Rencana tersebut menunjukkan masih adanya jarak antara kesiapan lahan dan kebutuhan fasilitas depo yang ideal, sehingga pengembangan berikutnya perlu disesuaikan dengan kemampuan anggaran serta tahapan pekerjaan yang telah direncanakan. (SH/ADV)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7