Karhutla di Wilayah IKN Capai 309 Kejadian, Enam Hektare Lebih Masih Ditangani
Portalkaltim.com, Samarinda – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) mencapai 309 kejadian dalam periode 10 Juli hingga 18 Oktober 2026. Meski 99,5 persen area terbakar telah dinyatakan padam, masih terdapat sekitar 6,5 hektare yang tercatat dalam proses pemadaman berdasarkan pemutakhiran data terakhir.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengatakan, total luas area yang terbakar selama periode tersebut mencapai 1.258 hektare. Sebagian besar berada di kawasan hutan, termasuk Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto.
“Wilayah itu kalau kita lihat ada yang terbakar seluas 1.258 hektare, di mana 994 hektare itu berada di kawasan hutan, dalam hal ini adalah Tahura Bukit Soeharto,” ujarnya, dalam Publika TVRI Kalimantan Timur pada Minggu (1/11/2026).
Selain kawasan hutan, sekitar 170 hektare area terbakar berada di wilayah konsesi, baik konsesi hutan tanaman maupun perkebunan. Data tersebut menunjukkan bahwa kebakaran tidak hanya terjadi pada satu jenis kawasan, melainkan menjangkau beberapa peruntukan lahan di wilayah delineasi IKN.
Otorita IKN mencatat penurunan kejadian karhutla secara drastis mulai 29 September. Namun, penurunan tersebut tidak menghentikan seluruh kejadian karena kebakaran masih ditemukan di sejumlah titik hingga periode pendataan berakhir pada 18 Oktober.
“Berdasarkan catatan pada periode tersebut, artinya pada periode 10 Juli sampai dengan 18 Oktober, memang per tanggal 29 September itu ada penurunan yang sangat drastis pada kejadian kebakaran hutan di seluruh delineasi IKN,” katanya.
Untuk memperkuat pengendalian, wilayah IKN dibagi menjadi tujuh klaster pemantauan. Dari pembagian tersebut, beberapa kejadian ditemukan, termasuk di klaster yang berdekatan dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Bahkan, titik kebakaran juga sempat muncul di sekitar jalan tol yang baru. Otorita menyatakan seluruh kejadian yang tercatat telah ditangani dan berada dalam status padam, meskipun pemantauan terhadap sisa area yang masih terbakar tetap diperlukan.
“Pada saat itu masih terlaporkan ada sekitar 6,5 hektare yang masih dalam proses pemadaman,” ungkapnya.
Data tersebut merupakan hasil pengumpulan harian yang dihentikan sementara setiap pukul 17.00 WITA. Karena itu, status 6,5 hektare tersebut masih perlu diperiksa kembali untuk memastikan apakah seluruhnya telah berhasil dipadamkan.
“Overall, 99,5 persen dari area terbakar itu dalam status telah padam,” pungkasnya. (SH)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7






