Karhutla Kaltim Turun Jadi 1.223 Hektare, Paser Masih Catat Jumlah Kejadian Tertinggi
Portalkaltim.com, Balikpapan – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan penurunan luas kejadian pada Oktober 2026, tetapi sejumlah wilayah masih mencatat kasus tinggi sehingga potensi kebakaran belum sepenuhnya dapat diabaikan.
Pelaksana Harian Kepala Bidang (Plh Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim Tresna Rosano mengatakan, penurunan kejadian terjadi di beberapa kabupaten dan kota dibandingkan kondisi pada Agustus dan September.
“Untuk sampai hari ini sebenarnya ada beberapa wilayah kabupaten kota yang memang menurun,” ujarnya, dalam Publika TVRI Kaltim pada Minggu (1/11/2026).
Menurut Tresna, luas lahan yang terbakar sepanjang Oktober mencapai 1.223 hektare. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kondisi pada dua bulan sebelumnya yang rata-rata mencapai 3.000 hingga 4.000 hektare.
“Dibanding dengan bulan Agustus September, kita tahu bulan ini ada 1.223 hektare kejadian kebakaran hutan lahannya, luasnya,” katanya.
Penurunan tersebut dinilai sejalan dengan mulai masuknya musim penghujan pada akhir Oktober. Namun, perubahan kondisi cuaca belum serta-merta menghapus kebutuhan kewaspadaan karena masih terdapat wilayah yang mencatat kejadian karhutla cukup tinggi.
“Kemarin itu rata-rata 3.000 sampai 4.000 luas lahannya, tapi untuk bulan Oktober ini menurun menjadi 1.223,” tuturnya.
Tresna menyebut Kabupaten Paser masih menjadi wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni sekitar 300 kejadian. Setelah Paser, wilayah yang disebut memiliki kejadian cukup tinggi adalah Kutai Barat, Tenggarong dan Kutai Kartanegara, kemudian Samarinda serta Penajam Paser Utara.
“Yang pasti yang paling tinggi sekarang masih di Paser, konsisten mereka ada sekitar 300 kejadian,” jelasnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penurunan luas karhutla secara keseluruhan belum berarti persoalan telah merata di seluruh Kaltim. Konsentrasi kejadian di sejumlah daerah tetap menjadi perhatian dalam proses pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.
“Sesuai dengan prediksi, memang kita sudah mulai masuk ke musim penghujan di akhir bulan Oktober nanti,” pungkasnya. (SH)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7






