Distribusi Seragam Gratispol Kaltim Berjalan, Anomali Data Murid Masih Jadi Kendala Utama

Kepala Subbagian Umum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur Suprapto saat menjelaskan pendistribusian seragam sekolah Gratispol melalui Publika TVRI Kaltim.

Portalkaltim.com, Samarinda – Pendistribusian seragam sekolah Gratispol di Kalimantan Timur mulai berjalan ke sejumlah daerah, tetapi pemerintah masih menghadapi persoalan pendataan murid yang dapat memengaruhi ketepatan sasaran penerima.

Kepala Subbagian Umum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur Suprapto mengatakan, proses pendataan dimulai pada Juni hingga Juli 2026. Namun, perubahan pilihan sekolah setelah proses penerimaan peserta didik membuat data penerima berpotensi berubah.

Menurutnya, sejumlah murid berpindah sekolah setelah data di tingkat satuan pendidikan masuk dalam sistem. Alasan perpindahan beragam, mulai jarak sekolah dari rumah, kendaraan, hingga faktor pertemanan, sehingga menjadi kendala dalam memastikan jumlah penerima.

“Kami ingin memastikan bahwa penerima ini betul-betul secara angka sudah jelas jumlahnya,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).

Suprapto menjelaskan, pendataan baru dilakukan sekitar Juli setelah proses penerimaan peserta didik berjalan lebih dari setengah bulan. Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan murid yang masuk dalam sasaran memang telah menetapkan pilihan terhadap jenjang SMA atau SMK.

Dari sisi distribusi, seragam telah mulai disalurkan di Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Distribusi juga mulai menyasar Kabupaten Kutai Barat serta Kabupaten Penajam Paser Utara dan Tanah Grogot berdasarkan informasi yang diterima pemerintah.

Distribusi perdana telah dilakukan sejak Agustus untuk tiga sekolah unggulan, yakni SMA Negeri 10 Samarinda, SMA Negeri 3 Tenggarong, dan SMA Negeri 2 Sangatta Utara. Setelah itu, penyaluran diperluas ke sekolah luar biasa (SLB) yang berjumlah 36 sekolah, baik negeri maupun swasta.

Pada September, distribusi mulai diarahkan untuk jenjang SMA dan madrasah aliyah, dengan fokus awal pada tiga wilayah. Pemerintah kemudian menargetkan perluasan distribusi ke sejumlah kabupaten dan kota lainnya pada awal Oktober.

Meski cakupan distribusi terus diperluas, Suprapto belum memaparkan persentase keseluruhan seragam yang telah tersalurkan di seluruh Kaltim. Ia menyebut distribusi diharapkan tidak mengalami kendala karena penyedia telah menyiapkan jasa pengiriman yang dinilai sesuai untuk mendukung penyaluran.

“Untuk masalah distribusi, insyaallah tidak ada kendala karena dari penyedia ini sudah mempersiapkan untuk jasa pengiriman yang memang proper untuk melaksanakan tugas mereka,” pungkasnya. (SH)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7