12 Pasang Catin Meriahkan Nikah Massal di Samarinda. Gen Z sampai Baby Boomer Turut Serta

Nikah Massal "Peaceful Muharram 1488 H" di MAN 2 Samarinda.

Portalkaltim.com, Samarinda – Pemandangan tak biasa terjadi di sebuah pesta pernikahan di Samarinda. Tidak hanya satu pasang calon pengantin (catin) yang terlihat begitu tegang, tetapi ada 12 pasang lainnya yang juga siap melepas status lajangnya.

Berbagai usia dan lintas generasi, mulai dari generasi Z sampai Baby Boomer turut serta dalam acara Nikah Massal, dengan tema “Peaceful Muharram 1448 H” di Gedung MAN 2 Samarinda, Jalan Harmonika pada Selasa (7/7/2026) pagi.

Ada yang mengenakan baju serba putih, ada juga yang nampak santai dengan baju kebaya sampai batik. Seluruh calon pengantin terlihat begitu bersemangat. Tak sedikit keluaga mereka yang turut memeriahkan acara.

Kegiatan yang diinisiasi Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, dan Ceria Wedding Organizer itu terasa sangat khidmat dengan suasana layaknya pernikahan pada umumnya.

Prosesi ijab kabul dalam Nikah Massal "Peaceful Muharram 1488 H".
Prosesi ijab kabul dalam Nikah Massal “Peaceful Muharram 1488 H”.

Tak hanya menyatukan dua insan dari kedua belas mempelai, dalam sesi ini, keluarga baru tersebut akan langsung menerima buku nikah, Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan pergantian status pernikahan menjadi “kawin”, serta pergantian Kartu Keluarga (KK) sekaligus.

Selain itu, seluruh mempelai dihadiahi beragam sovenir menarik untuk menjalankan bahtera rumah tangga mereka. Tidak ketinggalan, dokumentasi sampai katering gratis dari para sponsor.

Kepala Kemenag Kaltim Abdul Khaliq menyampaikan rasa syukurnya atas banyaknya pasangan yang akan melangsungkan pernikahan di tengah merosotnya angka pernikahan saat ini.

Dirinya juga menyebut bahwa banyak sekali mitos tentang bulan Muharram atau dalam kalender Jawa disebut Suro tidaklah bagus melangsungkan pernikahan. Dengan tegas, ia membantah.

Di mana, dalam Islam tidak ada hari buruk dan semua hari serta bulan adalah waktu terbaik untuk menikah sebagai cara menjalankan ibadah kepada Allah SWT.

“Hari ini kita juga sama-sama menganggap akan mitos yang keliru mengatakan bahwa Muharam atau bulan Suro sebagai bulan yang haram untuk menikah. Jadi tidak ada tabu-tabu sekarang menikah itu boleh. Ada bulan ini adalah bulan yang baik untuk keluarganya,” tegasnya.

Menikah di bulan Muharam adalah hal yang baik penuh berkah dan membawa ketenangan, kedamaian. Di mana, menjalani pernikahan adalah petualangan baru pasangan suami istri secara bersama-sama sepanjang masa.

Di lain sisi, Wakil Wali Kota Samarinda Saeffudin Zuhri menyampaikan selamat menjalankan bahtera rumah tangga dan kehidupan baru yang lebih bermakna bagi seluruh calon pasangan itu.

Ia memaknai pernikahan sebagai perjalanan baru dengan seorang teman di samping tanpa kenal lelah dan waktu. Tak lupa, dirinya menyampaikan doa supaya seluruh pengantin mendapat kebaikan di dunia dan di akhirat.

Melihat banyaknya antusias calon pasnagan di acara tersebut, Saefuddin menyebut bahwa program di bulan Muharram ini sebagai pengungkit senyum dan menyejukkan jiwa.

“Ini menjadi pengukitan senyum dan kesejukan jiwa serta menghadirkna kedamaian, oleh karena itu pernikahan bukan sebuah akhir cerita,” tukasnya.

Perjanjian suci yang kokoh dalam ikatan pernikahan diharapkannya dilimpahi keberkahan dan diliputi rasa sakinah mawadah warohmah. Juga, dimintanya para calon pasangan saling menjaga dan mendukung dalam setiap keadaan.

“Semoga kalian menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah, saling percaya, saling rindu dan saling cinta sert menjaga antarsesama pasangan,” tutupnya. (SH)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7