Kasus Bunuh Diri Berulang, Jembatan Mahakam Diminta Dipasangi Pengaman

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, M. Novan Syahronny Pasie.

Portalkaltim.com, Samarinda — Meningkatnya kasus bunuh diri di Samarinda mendorong DPRD Kota Samarinda mengusulkan pemasangan pagar pengaman di Jembatan Mahakam.

Infrastruktur tersebut dinilai perlu dilengkapi sistem pengaman agar tidak lagi menjadi lokasi yang kerap digunakan untuk percobaan maupun aksi bunuh diri.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, M. Novan Syahronny Pasie, menilai penanganan persoalan bunuh diri tidak cukup hanya dilakukan setelah peristiwa terjadi.

Menurutnya, langkah pencegahan harus diperkuat melalui kombinasi perlindungan fisik di ruang publik dan penguatan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.

“Jembatan Mahakam perlu dipasang pagar pengaman. Paling tidak itu bisa menjadi penghalang sehingga orang tidak mudah melakukan tindakan tersebut,” ujarnya, Kamis (3/7/2026).

Novan menjelaskan, setiap kasus bunuh diri memiliki latar belakang yang berbeda, mulai dari persoalan keluarga, hubungan pribadi, hingga tekanan ekonomi.

Karena itu, upaya pencegahan harus dimulai dari kemampuan lingkungan sekitar mengenali perubahan perilaku seseorang sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi krisis.

Ia menilai peran ketua rukun tetangga (RT) menjadi penting sebagai garda terdepan dalam membangun komunikasi dan mendeteksi persoalan sosial di tingkat lingkungan.

“RT adalah garda terdepan di masyarakat. Kalau ada persoalan yang mulai terlihat, sebaiknya diselesaikan sejak awal agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar,” katanya.

Selain penguatan peran masyarakat, Novan juga menyoroti masih rendahnya pemanfaatan layanan kesehatan jiwa yang telah tersedia di puskesmas maupun rumah sakit pemerintah.

Padahal, fasilitas konsultasi psikolog disiapkan untuk membantu masyarakat yang mengalami tekanan mental maupun emosional.

“Fasilitasnya sudah ada, tetapi belum banyak dimanfaatkan. Banyak orang memilih memendam masalahnya sendiri,” ucapnya.

Ia berharap keluarga dan lingkungan sekitar menjadi ruang pertama yang mampu memberikan dukungan ketika seseorang menghadapi tekanan hidup.

Di saat yang sama, masyarakat juga didorong tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan jiwa agar persoalan yang dihadapi dapat ditangani lebih dini.

“Kita berharap masyarakat tidak ragu mencari pertolongan kepada orang terdekat maupun tenaga profesional ketika menghadapi persoalan yang sulit dihadapi sendiri,” tutup Novan. (SH)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7