Soal Lingkungan Jangan Basa-basi, Aksi Nyata untuk Lingkungan Harus Berkelanjutan
Portalkaltim.com, Samarinda – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Samarinda yang jatuh pada 5 Juni diharapkan tidak lagi menjadi momen biasa, tetapi harus menjadi langkah yang menegaskan bahwa persoalan sampah dan perubahan iklim hanya dapat diatasi melalui aksi nyata yang berkelanjutan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda pun menekankan seluruh program lingkungan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui rangkaian kegiatan penukaran sampah dengan sembako, penanaman pohon, peresmian Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Kelurahan Baqa, hingga pengoperasian insinerator di Kampung Baqa dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 yang digelar Selasa (30/6/2026).
Pemkot Samarinda juga sekaligus meresmikan 10 unit insinerator yang tersebar di sembilan kecamatan sebagai alternatif pengelolaan residu sampah.
Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Hukum Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan tema bahwa “Saatnya Bekerja untuk Iklim,” mengandung pesan bahwa seluruh pihak harus berhenti sekadar membicarakan perubahan dan mulai mengambil tindakan yang memberi dampak nyata bagi lingkungan.
“Melalui Dinas Lingkungan Hidup kami mengajak seluruh masyarakat bergerak bersama. Menjaga lingkungan harus diwujudkan dengan aksi nyata, kolaborasi, serta komitmen antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan inovasi yang diluncurkan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup harus terus berjalan. Menurutnya, program penukaran sampah dengan sembako akan kehilangan makna apabila hanya dilakukan saat seremoni tanpa keberlanjutan.
“Kalau kegiatan ini tidak berlanjut, berarti hanya menjadi basa-basi. Daerah tidak akan maju karena terlalu banyak basa-basi. Yang kita perlukan adalah aksi nyata yang terus dilakukan,” tegasnya.
Ia berharap gerakan memilah sampah, menanam pohon, hingga menjaga kebersihan lingkungan menjadi budaya masyarakat. Menurutnya, persoalan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan menjadi urusan bersama yang membutuhkan perubahan perilaku seluruh warga.
Selain itu, Andi Harun mengungkapkan Samarinda telah ditetapkan sebagai salah satu daerah yang akan menjadi lokasi pembangunan fasilitas TSR (Thermal Solid Recovery).

Pemkot juga telah menandatangani kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk pemenuhan pasokan sekitar satu ton sampah per hari sebagai bagian dari pengembangan sistem pengelolaan sampah modern.
Ia menambahkan, gerakan penanaman pohon yang dilakukan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan bentuk keberpihakan nyata terhadap upaya menghadapi perubahan iklim.
Dirinya berharap masyarakat ikut memperkuat gerakan lingkungan sehingga ketahanan iklim dapat dibangun melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Kegiatan ini mendapat atensi tinggi dari masyarakat usai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membuat program “Tukar Sampah dengan Sembako”. Warga hanya perlu membawa sampah terpilah, seperti botol plastik, kardus, dan wadah telur untuk ditukar dengan sembako, seperti beras, gula dan minyak.
Tak hanya itu, warga bisa menikmati fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis, yakni pemeriksaan kadar gula darah sesaat dengan hanya memberikan kartu identitas. (SH)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7







