DPRD Balikpapan Dorong Inovasi PAD, Pajak dan Retribusi Jadi Tumpuan di Tengah Tekanan Anggaran

Wakil Ketua III DPRD Balikpapan, Budiono

Portalkaltim.com, Balikpapan – Di tengah keterbatasan fiskal akibat pemangkasan anggaran dari pusat, DPRD Kota Balikpapan mulai mengarahkan fokus pada penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai penopang utama keuangan daerah.

Wakil Ketua III DPRD Balikpapan, Budiono, menegaskan bahwa potensi PAD Balikpapan masih terbuka lebar, namun belum sepenuhnya terlaksana secara maksimal. Oleh karena itu, inovasi dalam pengelolaan pendapatan menjadi langkah yang harus segera diperkuat.

“Masih banyak peluang potensi PAD, tapi memang belum maksimal. Kita harus maksimalkan itu,” ucap Budiono saat diwawancarai di Ruang Komisi ll DPRD Balikpapan, Senin (27/04/2026).

Menurut Budiono, sumber PAD Balikpapan selama ini bertumpu pada sektor pajak dan retribusi daerah yang memiliki berbagai item. Namun, tantangan utama bukan pada jenis pendapatan, melainkan bagaimana mengoptimalkan potensi yang sudah ada.

“Kami ini kan kota jasa. PAD kita dari pajak dan retribusi, itu saja. Tinggal bagaimana potensi yang belum maksimal itu kita optimalkan,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa ke depan diperlukan rumusan kebijakan yang lebih konkret, baik melalui Peraturan Daerah (Perda) maupun regulasi teknis seperti Peraturan Wali Kota (Perwali), untuk memastikan pengelolaan PAD berjalan lebih efektif.

“Kalau belum sempat di Perda, bisa melalui Perwali untuk mengatur juknis terkait PAD yang potensinya ada,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa peningkatan PAD tidak bisa dilakukan secara instan, apalagi dengan menaikkan pajak secara tiba-tiba tanpa kajian yang matang. Langkah tersebut justru berisiko membebani masyarakat.

“Tidak mungkin kita menaikkan pajak begitu saja tanpa kajian. Itu bisa memberatkan masyarakat,” tegasnya.

Oleh karena itu, pendekatan yang ditempuh lebih pada penguatan sistem, pengawasan, serta optimalisasi potensi yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

Di tengah keterbatasan dukungan anggaran dari pusat, kemandirian daerah tentunya menjadi semakin penting. PAD bukan hanya sekadar angka pendapatan, tetapi cerminan kemampuan daerah berdiri di atas kekuatan sendiri tanpa terus bergantung pada dari luar. (TS/ADV)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7