Festival Magic Land Hadirkan 30 Penari Baru, Sajikan Tari Pesisir dan Pedalaman dalam Panggung Tiga Hari
Portalkaltim.com, Kutai Timur – Suara gamelan, hentakan kaki penari, dan warna-warni busana tradisional akan kembali menghidupkan Sangatta. Tahun ini, Festival Magic Land siap memukau penonton dengan kemeriahan yang lebih besar dan konsep pertunjukan yang menggambarkan kekayaan budaya Kutai Timur dari pesisir hingga pedalaman.
Festival ini menjadi ajang yang paling dinanti dalam rangkaian peringatan HUT Kutai Timur ke-26, membawa semangat baru dalam pelestarian seni tari daerah.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Padliyansyah, menyebut bahwa festival kali ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan generasi penari muda daerah.
Sebanyak 30 penari baru akan tampil membawakan kreasi tari pesisir dan pedalaman yang dikemas secara modern tanpa meninggalkan unsur tradisi.
“Festival Magic Land akan menampilkan 30 penari baru dan lomba tari kreasi pesisir serta tari pedalaman,” ujar Padliyansyah.
Ia menjelaskan bahwa Festival Magic Land akan berlangsung selama tiga hari penuh, diisi dengan beragam pertunjukan, lomba, dan kegiatan budaya yang melibatkan pelajar, sanggar seni, serta komunitas kreatif di Kutai Timur.
Setelah rangkaian acara ini, kegiatan akan dilanjutkan dengan Festival Seni Budaya sebagai bagian dari agenda besar kebudayaan daerah yang dijadwalkan rampung pada akhir November.
“Acara berlangsung tiga hari dan dilanjutkan dengan Festival Seni Budaya. Target penyelenggaraan ditetapkan selesai akhir November,” jelasnya.
Menurut Padliyansyah, festival ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan wadah pembinaan dan regenerasi bagi seniman muda.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berupaya menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya lokal serta membuka ruang kolaborasi antara seniman muda dan pelaku seni senior di Kutai Timur.
Festival Magic Land kembali menjadi simbol bahwa Kutai Timur adalah tanah dengan pesona budaya yang tak pernah padam.
Dari tarian pesisir yang lembut hingga gerak pedalaman yang gagah, setiap langkah para penari adalah bahasa dari jiwa daerah yang kaya akan tradisi dan semangat kebersamaan(SH/ADV).
![]()








