Peningkatan Kompetensi Kader Posyandu Lamaru Melalui Asesmen Lapangan di RT 20
Balikpapan – Suasana pagi di RT 20 Kuningan Lamaru pada Sabtu (15/11/2025) berlangsung berbeda. Di antara keramaian orang tua yang membawa balita dan kader yang sibuk menyiapkan alat pemeriksaan, Puskesmas Lamaru menggelar asesmen keterampilan kader posyandu yang menjadi pondasi layanan kesehatan dasar di lingkungan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Tenaga Promosi Kesehatan Puskesmas Lamaru, Esta Subandarsari, menjelaskan bahwa asesmen dilakukan bersamaan dengan kegiatan Posyandu RT 20. Tujuannya untuk memastikan para kader memiliki keterampilan yang sesuai standar dan mampu melayani masyarakat secara lebih baik.
“Kegiatan hari ini tetap berjalan seperti biasa, mulai dari penimbangan, pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, sampai lingkar kepala. Selain itu ada kelas balita yang dijelaskan lebih rinci oleh Bu Anas. Bersamaan dengan itu kami melakukan asesmen keterampilan kader,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa asesmen dilakukan berdasarkan 25 kompetensi dari lima bagian, yakni pengelolaan posyandu, keterampilan ibu hamil dan menyusui, keterampilan bayi dan balita, keterampilan sekolah dan remaja, serta keterampilan dewasa dan lansia.
“Setelah diberikan pelatihan tahun lalu, hari ini kader dinilai. Tingkatannya ada Purwa, Madya, dan Utama,” sebutnya.
“Kader Purwa harus lulus tiga bagian, Madya empat bagian, dan Utama lima bagian atau seluruh siklus hidup,” katanya.
Menurutnya, kader yang mencapai tingkat Utama sudah mampu memberikan edukasi ke masyarakat dan menguasai seluruh keterampilan lintas usia, karena posyandu kini tidak hanya menyasar bayi dan balita, tetapi seluruh siklus hidup.
“Harapan saya dari asesmen ini adalah kader semakin terampil, mampu memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat, dan memiliki kemampuan teknis seperti menimbang dan mengukur dengan akurat,” jelasnya.
Asesmen ini tidak dilakukan rutin setiap bulan. Sekali seseorang dinilai dan lulus, ia tidak perlu diasesmen ulang. Namun kader baru tetap wajib melalui pelatihan terlebih dahulu sebelum mengikuti asesmen.
Untuk asesmen hari itu, turun empat petugas Puskesmas Lamaru. Esta menilai bagian pengelolaan posyandu dan remaja sekolah. Petugas gizi menilai bagian bayi–balita, bidan menilai ibu hamil dan menyusui, sementara perawat menilai usia dewasa dan lansia.
“Tujuan utama asesmen ini adalah memastikan kader tidak lagi bekerja secara sembarangan, tetapi memiliki sertifikat kompetensi baik Purwa, Madya, ataupun Utama,” ungkapnya.
“Sertifikat itu menjadi bukti bahwa kader sudah memiliki kapasitas dan keterampilan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (SH/ADV)
![]()







