Pencegahan Stunting Harus Dimulai Sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan
Kutai Timur – Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr. Bahrani Hasanal, menegaskan bahwa pencegahan stunting perlu dimulai pada 1000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Menurut dr. Bahrani, kesuksesan pencegahan stunting sangat bergantung pada langkah-langkah yang diambil sejak awal. “Pada 1000 hari pertama kehidupan, pertumbuhan anak berlangsung sangat cepat. Jika intervensi dilakukan setelah anak berusia dua tahun, dampaknya sudah terlalu terlambat,” jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Bahrani mengungkapkan bahwa pada usia dua tahun, perkembangan otak anak telah mencapai sekitar 80%, sehingga gangguan pertumbuhan yang terjadi pada masa ini akan memiliki dampak besar terhadap kecerdasan dan kesehatan anak di masa depan. “Jika tidak ada penanganan sejak awal, anak berisiko mengalami penurunan IQ,” tambahnya.
Dinas Kesehatan Kutim berkomitmen untuk memastikan setiap anak mendapatkan perhatian yang tepat pada masa-masa kritis ini, guna mencegah stunting dan meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang. (SH/ADV)
![]()










