Pemkab Kutim Gelar HLM dan Bimtek TPID, Dorong Penguatan Strategi 4K untuk Kendalikan Inflasi

Samarinda – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menggelar High Level Meeting (HLM) dan Workshop Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Room Batara V Hotel Fugo pada Senin pagi. Acara yang diselenggarakan oleh Bagian Ekonomi Sekretariat Kabupaten Kutim ini mengusung tema “Penguatan Strategi 4K dalam Pengendalian Inflasi Daerah”.

Kegiatan ini dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Pjs Bupati Kutim Agus Hari Kesuma yang membuka acara, perwakilan Deputi Bank Indonesia (BI) Kaltim Bayu Hadi Hardianto, Sekretariat TPID Zubair, Dandim 0909/KTM Letkol Inf Ginanjar Wahyutomo, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Rudi Iskandar, Asisten Ekonomi Pembangunan Zubair, dan Asisten Administrasi Umum Sudirman Latif.

Dalam sambutannya, Pjs Bupati Agus Hari Kesuma menekankan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan sinergi semua elemen masyarakat dan stakeholder terkait.

Ia menegaskan bahwa langkah-langkah strategis seperti operasi pasar dan pemberian subsidi sementara sangat penting untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah tantangan ekonomi yang dinamis.

“Pengendalian inflasi adalah tanggung jawab kita bersama. Langkah konkret seperti operasi pasar atau subsidi sementara bagi komoditas yang mengalami kenaikan harga menjadi kunci menjaga kestabilan ekonomi di Kutim,” ujar Agus.

Agus juga menyoroti pentingnya peran aktif TPID dalam menghadapi gejolak inflasi, terutama pada momen tertentu seperti bencana atau saat meningkatnya permintaan bahan pangan menjelang Pilkada.

Untuk itu, ia mendorong TPID agar mengadakan rapat rutin minimal sekali sebulan guna merespons perubahan harga secara cepat dan tepat.

Sebagai langkah jangka panjang, TPID Kutim telah menyusun roadmap 2022-2024 yang berfokus pada realisasi program berbasis strategi 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif).

Agus berharap program tersebut dapat berjalan berkesinambungan untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.ADV

Loading