Job Fair Samarinda Tawarkan 501 Lowongan, Peluang Kerja Luar Negeri Ikut Dibuka

Job Fair 2026 di Go Mall Samarinda.

FOTO: Job Fair 2026 di Go Mall Samarinda.

Portalkaltim.com, Samarinda – Sebanyak 501 lowongan pekerjaan dari 25 perusahaan ditawarkan dalam Job Fair 2026 di Go Mall Samarinda. Kesempatan tersebut mencakup 105 jenis jabatan, dengan harapan seluruh posisi dapat diisi oleh pencari kerja yang membutuhkan pekerjaan.

Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 1.025 orang. Angka tersebut menunjukkan antusiasme pencari kerja terhadap kegiatan ini, meskipun jumlah pendaftar belum menjamin seluruh lowongan akan terisi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, mengatakan perusahaan yang berpartisipasi berasal dari sejumlah sektor usaha. Salah satunya PT Dirgahayu yang membuka sekitar 30 lowongan, disertai perusahaan perkebunan kelapa sawit yang turut menawarkan kesempatan kerja.

“Alhamdulillah, kegiatan Job Fair kali ini diselenggarakan dengan melibatkan 25 perusahaan, yang menyediakan 501 lowongan pekerjaan untuk 105 jabatan,” ujar Yuyum, Rabu (4/11/2026).

Sektor perkebunan kelapa sawit juga menjadi salah satu pilihan bagi pencari kerja. Menurut Yuyum, peluang di bidang tersebut cukup menjanjikan karena penghasilan pekerja dapat dihitung menggunakan sistem mingguan maupun bulanan.

Selain mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja, Job Fair kali ini menghadirkan sejumlah layanan tambahan. Salah satunya layanan penasihat berjangka yang berkaitan dengan saham atau investasi untuk memberikan informasi dan edukasi mengenai investasi, termasuk pentingnya kehati-hatian sebelum mengambil keputusan.

“Harapan kami, seluruh 501 lowongan tersebut dapat terisi oleh para pencari kerja,” katanya.

Peluang kerja juga diperluas melalui pasar kerja daring yang menyediakan informasi kesempatan bekerja di dalam maupun luar negeri. Disnaker turut membuka layanan literasi mengenai prosedur pendaftaran sebagai Calon Pekerja Migran Indonesia (CP2MI), termasuk persyaratan, negara tujuan, dan jenis pekerjaan yang tersedia.

Layanan tersebut menjadi penting karena masih terdapat anggapan bahwa pekerja migran Indonesia hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Padahal, kebutuhan tenaga kerja di luar negeri mencakup beragam bidang, seperti pengemudi, perhotelan, dan mekanik.

“Tidak. Selama ini masih ada stigma di masyarakat bahwa pekerja migran Indonesia hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga,” tutur Yuyum.

Pemerintah pusat, lanjutnya, memiliki target penempatan 500 ribu pekerja migran Indonesia. Program SMK Go Internasional juga membuka peluang penempatan tenaga kerja ke luar negeri bagi kelompok usia 18 hingga 45 tahun, dengan latar belakang pendidikan mulai SMP, SMA, SMK hingga sarjana.

Dengan ragam pilihan tersebut, Job Fair tidak hanya menawarkan lowongan dari perusahaan yang hadir secara langsung, tetapi juga memperkenalkan jalur kerja di luar negeri. Masyarakat diharapkan memanfaatkan layanan informasi yang tersedia agar memahami persyaratan dan jenis pekerjaan sebelum menentukan pilihan. (SH)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7