Akses Lowongan dan Pelatihan Samarinda Diperluas, Ketidaksesuaian Kompetensi Masih Jadi Tantangan
FOTO: Kegiatan Job Fair 2026 di Go Mall Samarinda.
Portalkaltim.com, Samarinda – Pencari kerja di Samarinda memiliki akses tambahan untuk menemukan lowongan melalui aplikasi Tepian Samarinda. Platform tersebut menyediakan informasi pekerjaan yang dapat disesuaikan dengan kompetensi dan sertifikat yang dimiliki pencari kerja, termasuk bagi mereka yang belum memperoleh pekerjaan melalui Job Fair.
Layanan digital ini juga membuka kesempatan bagi perusahaan yang tidak mengikuti bursa kerja secara langsung untuk tetap mempublikasikan lowongan. Namun, pemanfaatannya bergantung pada pembaruan data pencari kerja serta partisipasi perusahaan dalam mendaftarkan informasi ketenagakerjaan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, menjelaskan aplikasi tersebut dapat diakses melalui tepian.samarindakota.id. Sistem akan memberikan notifikasi lowongan yang sesuai dengan profil pencari kerja selama status mereka belum diperbarui menjadi sudah bekerja.
“Saat ini, kami sudah memiliki aplikasi Tepian Samarinda yang dapat diakses melalui tepian.samarindakota.id,” ujar Yuyum dalam kegiatan Job Fair 2026 di Go Mall Samarinda, Rabu (4/11/2026).
Menurutnya, perusahaan yang tidak hadir dalam Job Fair tetap dapat menampilkan informasi lowongan apabila telah terdaftar di aplikasi tersebut. Karena itu, Disnaker mengimbau perusahaan yang membuka kesempatan kerja di Samarinda agar mendaftarkan lowongannya melalui dinas maupun platform digital tersebut.
Pendaftaran perusahaan juga menjadi bagian dari pendataan dan pemeriksaan informasi usaha. Disnaker dapat melihat Nomor Induk Berusaha (NIB), profil perusahaan, jaminan bagi tenaga kerja, hingga keterangan mengenai gaji dan fasilitas yang akan diterima calon pekerja.
“Kami mengimbau perusahaan yang ingin membuka lowongan pekerjaan, khususnya di wilayah Kota Samarinda, agar mendaftarkan informasinya melalui Dinas Tenaga Kerja dan aplikasi Tepian Samarinda,” katanya.
Sementara itu, pencari kerja yang ingin memperoleh pekerjaan di luar daerah dapat memanfaatkan aplikasi SIAPKerja milik Kementerian Ketenagakerjaan. Akses tersebut melengkapi layanan Tepian Samarinda yang berfokus pada informasi lowongan kerja, khususnya di wilayah Samarinda.
Persoalan lain yang menjadi perhatian Disnaker adalah ketidaksesuaian antara keterampilan pencari kerja dan kebutuhan perusahaan atau mismatch. Untuk memetakan kebutuhan tersebut, Disnaker menyediakan kode QR yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan jenis pelatihan yang diminati.
Informasi dari perusahaan juga dihimpun agar program pelatihan yang disusun tidak berjalan tanpa arah. Kebutuhan keterampilan dari dunia usaha dan industri akan menjadi salah satu dasar penentuan materi pelatihan bagi calon tenaga kerja.
“Kami juga sudah menyediakan QR Code untuk menghimpun informasi mengenai jenis pelatihan yang diminati masyarakat,” tutur Yuyum.
Selain persoalan keterampilan, batasan usia dalam sejumlah lowongan turut menjadi pertimbangan. Berdasarkan informasi yang disampaikan Yuyum, beberapa perusahaan menetapkan usia maksimal sekitar 45 tahun, sementara terdapat pula pencari kerja yang usianya telah melewati ketentuan tersebut.
Disnaker karena itu turut mempertimbangkan pengalaman keterampilan dan riwayat pelatihan yang dimiliki pencari kerja. Kompetensi yang tersedia diharapkan tetap dapat diarahkan pada peluang lain, termasuk kesempatan bekerja di luar negeri, apabila sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
Sepanjang 2026, Disnaker Samarinda telah menyelenggarakan dua kali Job Fair. Kegiatan pertama berlangsung di Samarinda Square melalui kolaborasi dengan pengelola pusat perbelanjaan, sedangkan kegiatan kedua digelar di Go Mall Samarinda.
Pelaksanaan bursa kerja juga berpeluang diperluas melalui kerja sama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah-sekolah. Yuyum menyebut masing-masing BKK dapat mengadakan Job Fair setelah wisuda agar para alumni memiliki akses lebih mudah menuju dunia kerja.
“Namun, tidak menutup kemungkinan kegiatan serupa juga dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah-sekolah,” jelasnya.
Meski demikian, keberlanjutan kegiatan penyerapan tenaga kerja membutuhkan dukungan anggaran. Disnaker berharap pemerintah pusat dapat memberikan pendanaan lebih besar kepada pemerintah daerah agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan.
Selama dua hari pelaksanaan Job Fair, Disnaker juga memberikan pelayanan dan informasi secara langsung kepada masyarakat. Layanan tersebut melengkapi akses melalui kantor dinas dan Mal Pelayanan Publik, sekaligus menjadi sarana edukasi agar informasi ketenagakerjaan lebih mudah dijangkau pencari kerja. (SH)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7






