Karhutla Kaltim Capai 8.500 Hektare, Paser dan PPU Masih Jadi Sorotan BPBD

Kondisi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Timur.


Portalkaltim.com, Samarinda – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan serius di Kalimantan Timur (Kaltim). Hingga Oktober 2026, luas wilayah terdampak telah mencapai 8.500 hektare, sementara sejumlah daerah masih mencatat kondisi kebakaran cukup tinggi.

Besarnya luasan tersebut menunjukkan penanganan karhutla belum sepenuhnya selesai. Wilayah pesisir, Kabupaten Paser, dan Penajam Paser Utara (PPU) masih menjadi perhatian, disusul peningkatan kejadian di Kutai Timur.

Pelaksana Harian Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim, Tresna Rosano, menyebut peningkatan karhutla telah terlihat sejak awal Agustus. Kondisi tersebut membuat upaya penanganan terus dilakukan hingga saat ini.

“Dari awal Agustus memang sangat tinggi karhutla di Kalimantan Timur,” ujar Tresna dalam Publika TVRI Kalimantan Timur, Senin (2/11/2026).

Berdasarkan rekapitulasi BPBD, dampak kebakaran sepanjang Januari hingga Oktober mencapai 8.500 hektare. Angka ini menjadi gambaran besarnya wilayah yang telah terdampak, meskipun penanganan di sejumlah titik masih berlangsung.

Tresna mengatakan, aktivitas kebakaran yang masih tinggi tersebar di beberapa wilayah. Kutai Kartanegara (Kukar), kawasan pesisir, Paser, dan PPU menjadi daerah yang mendapat perhatian karena kondisi karhutla di sana masih cukup tinggi.

“Sekarang yang tinggi masih di Kukar, daerah Kukar, di daerah pesisir, kemudian Paser, PPU, kemudian ini agak sedikit meningkat Kutai Timur,” katanya.

Peningkatan di Kutai Timur menambah daftar wilayah yang perlu diwaspadai. Sementara itu, kondisi di Kabupaten Berau mulai menunjukkan penurunan setelah sebelumnya sempat mencatat kejadian cukup tinggi.

“Alhamdulillah sekarang Berau ini agak turun. Kemarin agak tinggi sekali,” tuturnya.

Meski terdapat daerah yang mengalami penurunan, kondisi tersebut belum berarti ancaman karhutla di Kaltim telah terkendali secara menyeluruh. Sebab, beberapa wilayah masih membutuhkan penanganan, terutama kawasan pesisir, Paser, dan PPU yang disebut masih memiliki tingkat kebakaran cukup tinggi.

BPBD juga mengacu pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi peningkatan curah hujan pada periode akhir tahun. Hujan diperkirakan mulai terjadi pada akhir Oktober hingga Desember dan Januari, meski besaran curah hujannya tidak dirinci dalam keterangan tersebut.

“Bulan-bulan ini sudah turun dan informasi dari BMKG juga kita akan mengalami curah hujan lumayan sedikit ada nanti di akhir Oktober sampai Desember, Januari,” pungkasnya. (SH)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7