LEISA dan Digital Farming Pangkas Biaya, Produktivitas Padi Kutai Kartanegara Kian Meningkat
Portalkaltim.com, Samarinda – Sinergi Bank Indonesia (BI), Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Bulog, kelompok tani, dan mitra strategis mulai menunjukkan manfaat nyata melalui penerapan metode Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) serta digital farming di Gapoktan Mandiri, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu petani menghadapi tantangan perubahan cuaca, keterbatasan sumber daya produksi, dan kebutuhan efisiensi budidaya melalui pendekatan yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.
Salah satu hasil yang menonjol terlihat dari budidaya padi berbasis bio-invigorasi benih yang terintegrasi dengan sistem LEISA, yang mampu meningkatkan hasil panen hingga 6,95 ton per hektare atau naik 44,8 persen dibandingkan capaian sebelumnya.
Peningkatan produktivitas tersebut menunjukkan bahwa penerapan metode budidaya yang lebih efisien dapat memberikan manfaat langsung bagi usaha tani, sekaligus menjadi model yang berpotensi diterapkan pada kelompok petani lain di Kalimantan Timur.
Manfaat juga terlihat dari pemanfaatan drone sprayer agriculture untuk penyemprotan pestisida, pupuk, maupun pembenihan, yang mampu memangkas waktu pekerjaan dari sekitar 6–8 jam per hektare menjadi hanya 8–10 menit per hektare.
Teknologi tersebut sekaligus berpotensi menekan biaya produksi sekitar 10–25 persen, dengan pemanfaatan drone sprayer agriculture hingga kini mencapai 1.637 flights dan mencakup 204,82 hektare lahan pertanian.
Rangkaian inovasi itu menjadi bagian dari penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir, termasuk penggunaan rice milling unit (RMU), uji coba pemanfaatan drone sprayer agriculture, panen padi manual, serta penggunaan combine harvester.
Bagi petani, penerapan teknologi tidak hanya berkaitan dengan modernisasi alat, tetapi juga efisiensi tenaga, waktu, dan biaya yang dapat memperkuat kemampuan usaha tani menghadapi perubahan kondisi produksi.
Ke depan, penerapan LEISA dan digital farming di Gapoktan Mandiri diharapkan terus dievaluasi, dikembangkan, dan direplikasi ke wilayah pertanian lain sehingga manfaat peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, dan modernisasi dapat dirasakan lebih luas.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gapoktan Mandiri, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara pada Kamis (10/9/2026), dengan dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Jajang Hermawan, bersama unsur pemerintah daerah, Forkopimda, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Bulog, kelompok tani, serta mitra strategis lainnya. (SH)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7







