BIFF 2026 Hadir di Kaltim, Wastra Lokal Dipanggung Internasional dan Pasar Global

Borneo Internasional Fashion Festival (BIFF) 2026.

Portalkaltim.com, Samarinda – Borneo International Fashion Festival (BIFF) 2026 diproyeksikan menjadi ruang pertemuan fashion, budaya, wastra, kriya, dan ekonomi kreatif Kalimantan Timur dengan jejaring internasional melalui kolaborasi Indonesia dan Australia.

Festival ini akan berlangsung pada 1–4 Oktober 2026 di Pendopo Odah Etam, Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) dengan rangkaian kegiatan yang dirancang tidak hanya menghadirkan pertunjukan fashion, tetapi juga mempertemukan pelaku kreatif, UMKM, komunitas, pemerintah, dunia usaha, hingga jejaring internasional.

Creative Director BIFF 2026 Tyas Dani mengatakan, rangkaian acara diawali model show pada 1 Agustus yang melalui proses kurasi menghasilkan sekitar 29 model, kemudian dilanjutkan produksi kebutuhan visual acara pada 2 Agustus serta media conference pada 10 September.

“Acara BIFF 2026 akan berlangsung pada 1 hingga 4 Oktober, untuk show utamanya akan berlangsung pada 3 dan 4 Oktober, sedangkan tanggal 1 dan 2 merupakan rangkaian kegiatan seperti talkshow, workshop, dan lomba,” ujar Tyas saat media conference di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (10/9/2026).

Rangkaian utama tersebut meliputi Fashion Showcase, Creative Expo, Top Show, Cultural Expo, Business Matching, serta promosi produk kreatif dan wastra, sehingga pengunjung tidak hanya menyaksikan peragaan busana, tetapi juga dapat melihat potensi produk kreatif yang dibawa dalam ekosistem festival.

Project Director BIFF 2026 Anas Maghfur mengatakan, konsep BIFF dirancang untuk membawa identitas dan kekayaan budaya Kaltim ke pasar global dengan menjadikan fashion sebagai medium promosi sekaligus penggerak ekonomi kreatif.

“BIFF 2026 merupakan kolaborasi fashion internasional antara Indonesia dan Australia yang membawa budaya, kreativitas, wastra, dan produk ekonomi kreatif Kalimantan Timur ke pasar global,” kata Anas.

Menurut Anas, target festival mencakup 40 desainer, 40 model, dan 400 koleksi, dengan realisasi persiapan saat ini mencapai sekitar 70 persen dan ditargetkan terus bertambah hingga pelaksanaan kegiatan.

“Fashion menjadi identitas daerah, media promosi budaya, produk ekonomi kreatif bernilai tinggi, sekaligus magnet wisatawan dan investor,” jelasnya.

Konsep yang diangkat juga berusaha menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan mengambil inspirasi dari Kupu-kupu Rajah Brooke’s Birdwing sebagai salah satu kekayaan fauna Kalimantan, yang diterapkan pada sejumlah unsur fashion dan tampilan acara.

Konferensi pers bersama penyelenggara Borneo Internasional Fashion Festival (BIFF) 2026 di Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim).
Konferensi pers bersama penyelenggara Borneo Internasional Fashion Festival (BIFF) 2026 di Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim).

Tidak berhenti pada pertunjukan, BIFF juga menyiapkan official song yang secara khusus dibuat untuk festival dan akan digunakan sebagai musik latar sepanjang fashion show, memperkuat identitas acara sekaligus pengalaman yang ditawarkan kepada para undangan.

Dari sisi pelaku usaha, festival ini akan menghadirkan booth UMKM Kalimantan Timur serta booth mitra dan stakeholder yang menampilkan produk binaan, dengan proses seleksi dan kurasi untuk memastikan produk yang tampil memiliki kualitas serta standar yang sesuai.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Provinsi Kaltim Heni Purwaningsih mengatakan, besarnya jumlah UMKM di daerah menjadi potensi yang perlu disaring agar produk yang dibawa dalam BIFF benar-benar merepresentasikan kualitas terbaik Kaltim.

“Kalau datanya ada sekitar 300.000-an UMKM, tetapi nanti di dalam event itu tentu saja kita akan menampilkan wajah Kaltim, pasti kita seleksi dan kita kurasi,” ujar Heni.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim Ririn Sari Dewi menilai kolaborasi tersebut menjadi momentum memperkuat ekosistem wastra dan kriya, sekaligus memperluas citra Kaltim sebagai daerah yang memiliki kekuatan ekonomi kreatif.

Ririn menyebut kolaborasi Pemerintah Provinsi Kaltim, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), perusahaan, badan usaha milik daerah, dan perbankan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem yang mendukung perkembangan industri kreatif secara berkelanjutan.

Sementara itu, format acara dibuat eksklusif dengan sistem invitation sehingga tidak dibuka sebagai kegiatan umum, dengan sasaran undangan yang mencakup pengusaha, komunitas, mahasiswa, pemerintah, perwakilan kedutaan, perusahaan tekstil, pemerhati budaya, pengrajin tekstil, perguruan tinggi, influencer, dan media.

“BIFF ini membuka peluang bisnis dan menjangkau pasar baru, baik nasional maupun internasional, kami ingin membawa UMKM-UMKM daerah ini ke pasar yang lebih luas lagi,” tutur Tyas.

Kehadiran peserta dan tamu dari Melbourne serta luar Kaltim diharapkan turut menggerakkan aktivitas ekonomi lokal melalui kebutuhan transportasi, hotel, kuliner, pembelian produk, hingga aktivitas wisata, sekaligus membuka peluang corporate branding dan jejaring bisnis.

“Ketika tamu-tamu datang ke Kalimantan Timur, mereka akan menghabiskan uang untuk transportasi, hotel, kuliner, destinasi wisata, oleh-oleh, dan lain sebagainya,” tandas Anas.

Melalui BIFF 2026, budaya Kaltim tidak hanya ditempatkan sebagai sumber inspirasi karya, tetapi diarahkan menjadi bagian dari kekuatan ekonomi, dengan koneksi lokal, nasional, Australia, dan pasar internasional yang diharapkan terus berkembang setelah festival berakhir (SH).

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7