Komite Gender PT KBN Diperluas, Tantangannya Memastikan Program Tak Berhenti di Deklarasi

Portalkaltim.com, Kutai Timur — Perubahan Komite Perempuan menjadi Komite Gender di PT Kutai Balian Nauli (KBN) memperluas mandat perlindungan pekerja, tetapi perubahan nama dan cakupan tersebut sekaligus menuntut pembuktian bahwa komite mampu menghasilkan program yang benar-benar dirasakan pekerja di lingkungan perusahaan.

Komite Perempuan PT KBN telah berjalan sejak Mei 2026 dengan fokus awal pada kebutuhan pekerja perempuan, sebelum diperkuat menjadi Komite Gender melalui inisiatif Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA/DP3A) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama Yayasan Solidaridad.

Penguatan berlangsung di SD PT KBN, Kecamatan Bengalon, Jumat (28/8/2026), dengan kehadiran Kepala Bidang Perlindungan Perempuan DPPPA Kutim Supianti serta Kepala Bidang Perlindungan Anak Riduan, sekaligus menjadi ruang evaluasi terhadap arah kerja komite ke depan.

Ketua Komite Perempuan PT KBN yang kini melanjutkan peran di Komite Gender, Amelia, mengatakan pengalaman sejak Mei menjadi modal awal untuk memahami persoalan dan kebutuhan pekerja sebelum cakupan komite diperluas.

“Komite Perempuan ini sebenarnya sudah ada sejak Mei. Dari situ kami belajar dan melihat apa saja yang menjadi kebutuhan teman-teman pekerja. Sekarang kami memperkuatnya menjadi Komite Gender agar cakupannya lebih luas,” ujarnya.

Perluasan mandat kini mencakup upaya mendorong kesetaraan, perlindungan, pencegahan kekerasan serta diskriminasi berbasis gender.

Namun, efektivitasnya akan sangat bergantung pada kemampuan komite menerjemahkan mandat tersebut menjadi mekanisme komunikasi, edukasi dan penanganan yang dapat diakses pekerja.

Sejumlah program kerja telah disusun untuk dijalankan secara bertahap, tetapi Amelia menekankan perlunya kolaborasi agar rencana tersebut tidak berhenti sebagai dokumen kerja yang hanya aktif pada saat kegiatan pembentukan.

“Kita bisa berkolaborasi semuanya. Semoga semua program yang sudah dibuat bisa kita jalankan, mulai tahun ini sampai tahun depan,” harapnya.

Ia juga berharap Komite Gender menjadi ruang terbuka bagi seluruh pekerja dan mampu menjalankan fungsi secara aktif, bukan sekadar memenuhi struktur kelembagaan yang telah ditetapkan.

“Semoga Komite Gender PT KBN sekarang bisa berjalan dengan baik, aktif, dan benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh pekerja,” pungkasnya.

Pembekalan fungsi dan peran komite disampaikan Juli Nurdiana dari Pusat Penelitian Gender dan Perlindungan Anak (P2KGPA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman (Unmul), dilanjutkan diskusi penyusunan program kerja yang dimoderatori Martinus Martin dari Yayasan Solidaridad.

Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan DPPPA Kutim Rosida mengatakan pemerintah daerah akan mendorong keberlanjutan komite agar program yang telah dirancang dapat benar-benar berjalan dan memberi manfaat bagi pekerja.

“Kami berharap semangat Komite Gender ini terus dijaga dan dikembangkan. DPPPA Kutim akan terus mendorong agar komite yang sudah terbentuk dapat aktif menjalankan program dan memberikan manfaat bagi pekerja,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan deklarasi Komite Gender PT KBN oleh Rosida sebagai bentuk komitmen membangun lingkungan kerja yang aman, adil dan inklusif.

Setelah deklarasi, tantangan berikutnya justru berada pada tahap pelaksanaan, karena keberadaan komite baru akan bermakna apabila pekerja memiliki akses untuk menyampaikan persoalan, memperoleh edukasi dan merasakan perubahan nyata dalam perlindungan serta kesetaraan di tempat kerja. (SH/ADV)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7