Dari Meja Domino, Warga Kutim Bangun Sportivitas dan Pererat Silaturahmi

Portalkaltim.com, Kutai Timur — Bunyi keping domino yang beradu di atas meja menjadi bagian dari suasana Open Tournament Domino Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Bengalon Cup 2026.

Bagi peserta, pertandingan bukan hanya tentang mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi kesempatan bertemu dan mempererat hubungan antarmasyarakat.

Turnamen yang dibuka Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi di Aula SMK Negeri 1 Bengalon, Sabtu (22/8/2026), tersebut mempertemukan 128 pasang peserta. Mereka datang dari Bengalon, Sangkulirang, hingga Sangatta untuk berkompetisi memperebutkan total hadiah Rp15 juta.

Mahyunadi melihat antusiasme tersebut sebagai tanda bahwa domino memiliki ruang untuk berkembang menjadi aktivitas olahraga yang positif di tengah masyarakat. Menurutnya, permainan yang relatif sederhana itu dapat menjadi pilihan rekreasi sekaligus kompetisi yang terjangkau.

“Domino sekarang sudah masuk cabang olahraga. Ini olahraga yang murah dan risikonya juga minim,” ucap Mahyunadi.

Namun, ia mengingatkan agar perkembangan domino tetap berada dalam jalur olahraga. Kompetisi yang semestinya menjadi ruang membangun persaudaraan jangan sampai bergeser menjadi perjudian atau aktivitas yang justru membawa dampak buruk bagi kehidupan keluarga.

“Jangan sampai ada penyimpangan ke arah judi. Jangan sampai hubungan dengan istri dan anak-anak terganggu, terjadi konflik rumah tangga, apalagi sampai meninggalkan ibadah,” tegasnya.

Mahyunadi juga membuka peluang agar turnamen domino semakin berkembang di Kutai Timur. Rencananya, kejuaraan serupa akan digelar di Sangatta pada November 2026 dengan format perseorangan dan hadiah yang lebih besar, yakni Rp54 juta.

“Insyaallah bulan November nanti kita buat di Sangatta. Hadiahnya Rp54 juta, sekaligus rangkaian HUT saya yang ke-54. Nanti permainannya perseorangan, berdikari dari awal,” ujarnya.

Ia bahkan berharap domino nantinya dapat masuk dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Jika berkembang dengan pembinaan yang baik, olahraga tersebut dinilai berpeluang menjadi salah satu cabang yang dapat membawa prestasi bagi daerah.

“Kalau bisa, ke depan domino ini dilombakan di Porprov. Kita berharap bisa menyumbangkan medali untuk Kutim,” ujarnya.

Ketua Badan Pengurus Cabang KKSS Bengalon Usman mengatakan turnamen tersebut sejak awal tidak dirancang hanya untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Pertemuan peserta dari berbagai wilayah justru menjadi bagian penting dari semangat kegiatan.

“Kami ingin kegiatan ini bukan hanya soal menang atau kalah. Yang paling penting kita bisa berkumpul, bersilaturahmi dan mempererat hubungan sesama warga KKSS dan masyarakat Bengalon,” kata Usman.

Ketua panitia Hisbullah menilai kehadiran peserta dari Bengalon, Sangkulirang, dan Sangatta memperlihatkan besarnya minat masyarakat terhadap olahraga domino. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan cakupan peserta yang semakin luas.

KKSS Bengalon Cup 2026 akhirnya tidak hanya meninggalkan catatan tentang pemenang dan hadiah. Di balik persaingan di meja pertandingan, turnamen tersebut menghadirkan ruang bagi warga untuk bertemu, berkompetisi secara sehat, dan menjaga kebersamaan melalui aktivitas yang mereka minati. (SH/ADV)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7