Laporannya “Amburadul”, DPR RI Cecar Menpan: Kerja yang Benar!
Portalkaltim.com, Jakarta – Ketua Komisi IV DPR RI Saleh P Daulay “murka” saat rapat kerja bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI terkait laporan anggaran pada Rabu (1/4/2026) tengah berlangsung.
Bukan tanpa sebab, rapat kerja yang saat itu dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata (Menpan) Widiyanti Putri Wardhana dan para staf Kemenpar, memuat banyak laporan yang tak sinkron baik dari lisan maupun bukti tertulis.
Salah satu contohnya, sewaktu Widiyanti memaparkan terkait nilai angka transfer Kemenpar ke daerah yang disebut mencapai Rp5,7 miliar, dan merupakan program deputi pemasaran.
“Yang transfer ke daerah itu berapa tadi? 5,7 (miliar) ya?,” tanya Saleh dikutip dari YouTube TV Parlemen.
“Betul, untuk pemasaran,” jawab Widiyanti.
Saleh meminta kejelasan apakah nilai tersebut merupakan program deputi pemasaran atau berasal dari kementerian. Terbata dan dagu, Widiyanti menimpali pelan menjawab bahwa itu dari pemasaran.
Mendengar jawaban tersebut, Saleh mulai kesal. Dirinya melihat banyak ketidakjelasan dalam penyusunan laporan anggaran yang disajikan.
Kemudian, Saleh menunjukkan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kemenpar Norman Sasono untuk menjelaskan lebih lanjut tentang anggaran transfer ke daerah lagi.
Norman menjelaskan bahwa anggaran untuk transfer ke daerah itu masih terblokir atau tertahan disebabkan efisiensi. Pihaknya tengah berupaya membuka pintu pemblokiran tersebut.
Tanpa menyebutkan besaran nilai transfer daerah yang diminta Saleh, Norman hanya mengatakan situasi anggaran yang masih tertahan.
“Norman, berapa total yang mau ditransfer ke daerah?,” tanya Saleh.
“Total yang mau ditransfer ke daerah sekitar-,” ungkap Norman terputus.
Diminta untuk menerangkan berapa nilai sesungguhnya transfer ke daerah, Norman menyebut kata “sekitar” atau dianggap Saleh bukan angka pasti.
“Kok sekitar? Anda kalau bicara anggaran sama saya ‘sekitar’, nggak bisa,” tegas Saleh.
Belum sampai di situ, Saleh yang mengingat jawaban Norman tentant status anggaran pemasaran yang masih terkunci itupun melihat ke dokumen laporan yang tertulis “terbuka”.
“Bapak bilang tadi dikunci kan ya? Tapi di dalam paparan (dokumen) ini enggak dikunci. ‘Pagu dapat digunakan Rp17,8 miliar’ tuh,” ujar Saleh sewaktu membacakan isi laporannya.
Saleh pun menegaskan agar Kemenpar RI merunut dengan rapi semua laporan dan baru bisa disajikan ke dalam pemaparan alias di powerpoint.
Tidak sampai di situ, ia yakin benar bahwa semua isi laporan yang disajikan apabila diaudit oleh ahli akuntansi pun pasti menunjukkan hasil yang salah dan tidak sinkron.
“Makanya kalian kalau kerja yang benar gitu lho. Sehingga paparannya jadi bener. Mohon maaf, buktinya kalian enggak siap. Paparan ini berlapis-lapis,” tegasnya. (SH)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7










