Avtur Melonjak, Maskapai Desak Kenaikan Tarif Tiket Pesawat Hingga 15 Persen

Portalkaltim.com, Jakarta – Tekanan global mulai terasa hingga ke sektor penerbangan nasional. Lonjakan harga avtur yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah membuat maskapai Indonesia menghadapi beban operasional yang kian berat.

Dilansir dari Instagram Bigalphaid, kondisi ini mendorong Indonesian National Air Carriers Association (INACA) mengajukan permintaan kepada pemerintah untuk menaikkan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) dan tarif batas atas (TBA) masing-masing sebesar 15 persen.

Sekretaris Jenderal INACA, Bayu Sutanto, menjelaskan bahwa tekanan biaya tidak hanya berasal dari kenaikan harga minyak global, tetapi juga pelemahan nilai tukar rupiah. Saat ini, sekitar 70 persen biaya operasional maskapai masih bergantung pada dolar Amerika Serikat.

“Dengan demikian terdapat kemungkinan besar harga avtur per 1 April 2026 akan naik mengikuti harga pasaran global yang terdampak krisis geopolitik,” ujarnya.

Harga minyak dunia yang telah menyentuh angka 110 dolar AS per barel menjadi pemicu utama kenaikan avtur di dalam negeri. Sementara itu, tarif batas atas tiket pesawat di Indonesia diketahui belum mengalami penyesuaian sejak 2019, sehingga margin operasional maskapai semakin tertekan.

Di tengah situasi ini, maskapai global telah lebih dulu melakukan penyesuaian. Sejumlah operator penerbangan internasional menaikkan tarif tiket dan menambahkan fuel surcharge antara 5 hingga 70 persen guna menjaga stabilitas operasional di tengah gejolak biaya.

Langkah serupa kini dinilai menjadi opsi realistis bagi maskapai nasional agar tetap bertahan. Terlebih, penyesuaian harga avtur oleh Pertamina dijadwalkan berlaku mulai 1 April 2026.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan masih mengkaji usulan tersebut secara hati-hati. Berbagai pertimbangan dilakukan, mulai dari kondisi fiskal hingga dampaknya terhadap daya beli masyarakat.

Kemenhub juga telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk maskapai, operator bandara, hingga penyedia avtur, guna mencari titik tengah antara keberlangsungan industri dan kepentingan publik.

Di tengah tarik menarik kepentingan ini, satu hal menjadi jelas—gejolak global tidak lagi terasa jauh. Ia kini hadir nyata, memengaruhi harga tiket yang dibayar masyarakat, sekaligus menguji daya tahan industri penerbangan nasional. (SH)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7