FKDM Diminta Jadi Garda Terdepan Deteksi Dini Konflik Sosial

Kutai Timur – Di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, Kutai Timur membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga stabilitas daerah.

Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) pun didorong menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah potensi konflik sejak dini.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Sudirman Latif, menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan tidak bisa dibebankan hanya kepada aparat.

Semua elemen masyarakat, katanya, harus turut berperan aktif membangun budaya kewaspadaan di lingkungan masing-masing.

“Kewaspadaan dini bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya di Kantor Bupati Kutai Timur, Rabu (22/10/2025).

Menurutnya, dinamika sosial di Kutai Timur kian beragam dan bergerak cepat, mulai dari isu sosial hingga ekonomi dan budaya. Hal ini menuntut masyarakat agar lebih sensitif terhadap perubahan di sekitar, terutama terhadap potensi kerawanan yang bisa menimbulkan gesekan sosial.

“Kondisi sosial kemasyarakatan yang semakin dinamis menuntut kita semua untuk lebih peka terhadap berbagai potensi kerawanan, baik yang bersifat sosial, politik, ekonomi, maupun budaya,” jelasnya.

Sudirman menekankan, FKDM memiliki posisi penting dalam sistem deteksi dini daerah. Forum ini diharapkan mampu mengidentifikasi potensi konflik sedini mungkin dan membantu mencari solusi sebelum masalah berkembang lebih besar.

“FKDM harus menjadi garda terdepan dalam upaya deteksi dini dan cegah dini agar setiap potensi konflik dapat diselesaikan sejak awal,” tegasnya.

Ia berharap semangat kebersamaan dan koordinasi antarunsur masyarakat dapat terus dijaga. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, Kutai Timur dapat tetap aman, damai, dan kondusif.

“Kita ingin kewaspadaan ini tumbuh menjadi budaya, bukan sekadar program,” pungkasnya. (SH/ADV)

Loading