Kuota Pertalite Balikpapan Ditambah, Lima SPBU Disiapkan Atasi Antrean
Portalkaltim.com, Balikpapan – Persoalan antrean bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Balikpapan mulai mendapat respons melalui penambahan kuota Pertalite dan jumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), namun pelaksanaannya tetap membutuhkan pengawasan agar penyaluran tepat sasaran.
Wakil Ketua III DPRD Kota Balikpapan Budiono mengatakan, tambahan kuota tersebut diperjuangkan setelah DPRD bersama Pemerintah Kota Balikpapan menyampaikan permohonan kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Menurutnya, Pemerintah Kota Balikpapan sebelumnya mengajukan kuota Pertalite sekitar 1.177.000 kiloliter (KL), tetapi realisasi yang diterima hanya sekitar 51.000 KL sehingga DPRD meminta tambahan untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun.
“Kemarin kami memperjuangkan dapat tambahan 1.250 KL, tentunya itu sampai akhir Desember dan itu bisa dievaluasi lagi, permohonan kami sudah disetujui,” kata Budiono, Senin (14/9/2026).
Selain tambahan kuota, DPRD juga meminta penambahan SPBU yang dapat menyalurkan BBM bersubsidi, langkah tersebut disetujui dengan total lima SPBU yang akan mendukung distribusi Pertalite.
Dua SPBU disebut sudah beroperasi melayani Pertalite, sedangkan tiga lainnya ditargetkan mulai beroperasi paling lambat 17 September 2026, sehingga penambahan titik pelayanan diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan.
Budiono menjelaskan, penambahan SPBU tersebut juga diharapkan menjadi bahan evaluasi terhadap surat edaran wali kota mengenai pengaturan distribusi BBM bersubsidi, sehingga masyarakat tidak lagi harus mengantre pada malam hari.
“Kami juga meminta pengawasan BBM Migas dalam penyaluran BBM subsidi, bukan sebetulnya bukan tugas aparat penegak hukum saja, tapi tugas kita semua, media juga,” ujarnya.
DPRD turut mengusulkan tambahan kuota biodiesel atau solar yang rencananya akan dibahas dalam rapat BPH Migas pada akhir September, sementara proses penambahan SPBU masih menunggu surat dari Wali Kota Balikpapan.
Budiono menyebut pemerintah kota juga menawarkan aset daerah yang tidak digunakan untuk dimanfaatkan sebagai lokasi SPBU baru melalui kerja sama investor dengan perusahaan daerah, mengingat jumlah SPBU di Balikpapan dinilai masih terbatas dibanding kebutuhan masyarakat.
“Dengan inspeksi yang sangat ketat oleh Patra Niaga dan BPH Migas, maka ada tambahan lima itu tadi yang bisa direalisasikan,” jelasnya.
Menurutnya, tidak seluruh SPBU yang sudah ada memiliki fasilitas untuk menyalurkan Pertalite, sehingga penambahan titik pelayanan menjadi bagian dari upaya memperluas distribusi sekaligus mengurai antrean yang selama ini terjadi di sejumlah kawasan Balikpapan (SH/ADV).
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7









