Hari Indonesia Menabung Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini di Samarinda
Portalkaltim.com, Samarinda – Upaya memperluas inklusi dan literasi keuangan terus didorong melalui kolaborasi antara lembaga keuangan, pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan. Langkah tersebut menyasar masyarakat sejak usia dini agar akses terhadap layanan keuangan diikuti pemahaman yang baik.
Komitmen itu kembali diperkuat melalui peringatan Hari Indonesia Menabung yang digelar Perseroan Terbatas (PT) Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara) bersama OJK dan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda di Sekolah Rakyat Terintegrasi Samarinda, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang untuk mengenalkan pentingnya pemahaman keuangan kepada generasi muda sekaligus membuka akses terhadap kesempatan ekonomi yang lebih baik.
Direktur Kredit PT BPD Kaltim Kaltara Viky Puji Rahmanto mengatakan membangun inklusi keuangan membutuhkan kesinambungan dan kerja sama. Menurutnya, lembaga keuangan tidak cukup hadir ketika masyarakat membutuhkan layanan, tetapi perlu datang lebih awal melalui edukasi dan pembukaan akses keuangan.
“Kami tidak hanya ingin hadir sebagai pelayan pada saat masyarakat membutuhkan pelayanan keuangan, tapi kami ingin hadir lebih awal membangun pemahaman, membuka akses dan membantu masyarakat memiliki kesempatan keuangan yang lebih baik,” kata Viky di Sekolah Rakyat Terintegrasi Samarinda.
Ia menilai keberadaan Sekolah Rakyat menjadi bagian penting dalam upaya membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak, termasuk dalam membangun pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sejak dini. Karena itu, sinergi dengan sekolah dan tenaga pendidik dinilai perlu diperkuat agar literasi keuangan dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Kami memandang kebutuhan terhadap Sekolah Rakyat bukan hanya sekadar bagian daripada program inklusi keuangan, tetapi bagian dari ikhtiar yang lebih besar untuk membuka kesempatan belajar adik-adik yang ada di Kalimantan Utara,” ujarnya.
Viky menegaskan pihaknya akan terus bersinergi dengan OJK, pemerintah daerah, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Menurutnya, inklusi keuangan tidak cukup hanya membuat masyarakat memiliki akses terhadap layanan keuangan. Layanan tersebut harus diberikan secara benar, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat sehingga masyarakat mampu mengambil keputusan keuangan dengan lebih baik.
Kepada para siswa Sekolah Rakyat, Viky berpesan agar tidak menjadikan kondisi saat ini sebagai batas untuk meraih masa depan. Ia mendorong para siswa belajar sungguh-sungguh, menjaga nama baik orang tua dan guru, serta berani memiliki cita-cita tinggi.
“Jangan pernah merasa bahwa keadaan hari ini menutup masa depan kalian. Insyaallah dengan kerja keras, kerja cerdas, masa depan yang gemilang akan bisa kita raih dengan kesungguhan dan belajar,” pungkasnya. (SH)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7







