DPRD Nilai Transformasi BPR Samarinda Berjalan Positif, Iswandi Soroti Keberhasilan Hapus Kredit Bermasalah

Anggota DPRD Samarinda, Iswandi,.S.T.(AHM/Portalkaltim.com)

Portalkaltim.com, SAMARINDA – Komisi II DPRD Kota Samarinda memberikan apresiasi terhadap perkembangan kinerja BPR Samarinda yang dinilai menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah keberhasilan perusahaan daerah tersebut menekan angka kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) hingga mencapai nol persen. Hal itu disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, usai mengikuti rapat dengar pendapat bersama jajaran direksi BPR Samarinda di Gedung DPRD Kota Samarinda, Senin (6/7/2026).

Menurut Iswandi, capaian tersebut tidak diperoleh secara instan. Ia menilai jajaran direksi saat ini telah melakukan pembenahan secara bertahap terhadap berbagai persoalan yang sebelumnya membebani kinerja perusahaan, terutama penyelesaian kredit bermasalah yang diwariskan oleh manajemen terdahulu.

“Direksi yang sekarang ini sebenarnya sedang melakukan pembenahan besar-besaran. Permasalahan yang mereka hadapi merupakan peninggalan manajemen sebelumnya yang menyisakan banyak kredit bermasalah. Dalam kurun waktu tiga sampai empat tahun terakhir mereka mampu memperbaiki kondisi tersebut,” ujarnya.

Ia mengatakan, keberhasilan menekan rasio NPL hingga nol persen menjadi indikator penting bahwa pengelolaan risiko di BPR Samarinda semakin baik. Di sisi lain, perusahaan juga mampu meningkatkan performa keuangan dengan membukukan laba pada tahun 2025.

Menurutnya, pencapaian tersebut layak diapresiasi karena menunjukkan bahwa proses pemulihan perusahaan berjalan sesuai arah yang diharapkan. Dari kondisi yang sebelumnya menghadapi persoalan kredit macet, kini BPR Samarinda dinilai telah kembali berada pada jalur yang sehat.

“Mereka berhasil menurunkan NPL sampai nol persen dan mampu menghasilkan keuntungan. Ini bukan pekerjaan yang mudah karena harus memperbaiki kondisi perusahaan yang sebelumnya dibayangi kredit bermasalah. Kami tentu mengapresiasi kerja keras direksi,” katanya.

Selain kinerja keuangan, Iswandi juga menyoroti hasil audit perusahaan yang dinilai menunjukkan perkembangan menggembirakan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, BPR Samarinda memperoleh predikat kesehatan bank pada kategori pertama, yang mencerminkan kondisi operasional maupun tata kelola perusahaan berjalan dengan baik.

Ia menambahkan, pencapaian tersebut tidak lepas dari sikap kehati-hatian manajemen dalam mengambil setiap keputusan bisnis. Menurutnya, prinsip tersebut perlu terus dipertahankan agar keberhasilan yang telah diraih dapat dijaga secara berkelanjutan.

“Hasil auditnya juga sangat baik. Tingkat kesehatan bank berada pada kategori satu. Ini menunjukkan pengelolaan perusahaan berjalan dengan baik, dan saya melihat direksi juga cukup berhati-hati dalam mengambil kebijakan,” jelasnya.

Meski demikian, Iswandi mengingatkan agar direksi tidak cepat berpuas diri. Ia berharap penguatan tata kelola dan manajemen risiko terus menjadi prioritas, terutama dalam penyaluran kredit kepada masyarakat, sehingga kualitas pembiayaan tetap terjaga.

Ia menilai prinsip kehati-hatian harus tetap menjadi landasan utama agar rasio kredit bermasalah tidak kembali meningkat. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat terhadap BPR Samarinda sebagai bank milik Pemerintah Kota Samarinda dapat terus dipertahankan sekaligus mendorong peningkatan kontribusi perusahaan terhadap pendapatan daerah.

“Yang sudah baik ini harus terus dipertahankan. Jangan sampai lengah dalam menyalurkan kredit. Tetap selektif dan profesional agar kondisi perusahaan tetap sehat serta kepercayaan masyarakat semakin meningkat,” tutupnya. (AHM/RAD/DPRD/Samarinda)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7