Iswandi Nilai Target Laba BPR Samarinda Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Kinerja Tahun Berjalan
Anggota DPRD Samarinda, Iswandi,.S.T.(AHM/Portalkaltim.com)
Portalkaltim.com,SAMARINDA – Anggota DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menilai target keuntungan yang ditetapkan BPR Samarinda untuk tahun 2026 perlu dikaji secara realistis. Menurutnya, kondisi keuangan perusahaan hingga pertengahan tahun belum menunjukkan tren yang cukup kuat untuk mengejar laba sebesar Rp2,7 miliar.
Pandangan tersebut disampaikan Iswandi setelah mengikuti rapat dengar pendapat Komisi II DPRD Kota Samarinda bersama jajaran direksi BPR Samarinda di Gedung DPRD Kota Samarinda, Senin (6/7/2026). Dalam forum tersebut, DPRD menelaah perkembangan kinerja, laporan keuangan, serta rencana bisnis perusahaan daerah itu.
Iswandi menjelaskan bahwa berdasarkan laporan keuangan hingga Mei 2026, BPR Samarinda masih mencatatkan kerugian sekitar Rp120 juta hingga Rp150 juta. Dengan capaian tersebut, ia memandang target laba yang dipasang untuk tahun ini bukan perkara mudah untuk diwujudkan.
“Kalau melihat kondisi laporan keuangan sampai bulan Mei, mereka masih mengalami kerugian sekitar Rp120 juta sampai Rp150 juta. Jadi menurut saya, target laba Rp2,7 miliar cukup berat untuk direalisasikan,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut masih dapat berubah apabila aktivitas ekonomi mulai bergerak, terutama setelah proyek-proyek pemerintah kembali berjalan. Selama ini, sektor tersebut dinilai memberikan kontribusi terhadap permintaan pembiayaan yang disalurkan BPR Samarinda.
“Kalau proyek-proyek pemerintah sudah mulai berjalan, tentu ada peluang kondisi keuangan membaik. Tetapi kalau melihat situasi saat ini, target tersebut masih terasa cukup tinggi,” katanya.
Di sisi lain, Iswandi mengapresiasi pencapaian BPR Samarinda pada tahun sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa pada 2025 perusahaan berhasil mencatat laba sekitar Rp2,7 miliar, yang merupakan capaian terbaik sepanjang berdirinya BPR Samarinda. Keuntungan tersebut juga memberikan dividen sekitar Rp500 juta kepada Pemerintah Kota Samarinda sebagai pemegang saham.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari upaya manajemen dalam memperbaiki tata kelola perusahaan, termasuk menyelesaikan berbagai persoalan kredit bermasalah yang sebelumnya membebani kinerja bank.
“Saya tetap optimistis BPR Samarinda masih bisa memperoleh keuntungan. Hanya saja, kalau harus kembali mencapai Rp2,7 miliar, menurut saya cukup sulit. Kalau bisa memperoleh sekitar setengah dari target itu saja sudah merupakan pencapaian yang baik,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil sebagai segmen utama nasabah BPR Samarinda, masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, manajemen diminta tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit agar rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tetap terjaga dan kesehatan bank dapat dipertahankan,” tutupnya. (AHM/RAD/DPRD Samarinda)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7







