Jelang Idulfitri

Sekda Kukar, Sunggono.

KUKAR – Menyambut Hari Raya Idulfitri 2025, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mengambil langkah berbeda dengan tetap menugaskan seluruh ASN bekerja dari kantor (Work from Office/WFO), tanpa menerapkan kebijakan work from home (WFH) maupun work from anywhere (WFA).

Keputusan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama, meski euforia menjelang lebaran mulai terasa di berbagai penjuru daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menjelaskan bahwa kebijakan WFH yang diberlakukan pemerintah pusat lebih relevan diterapkan di daerah-daerah padat lalu lintas seperti Jakarta dan kota besar di Pulau Jawa. Sementara itu, situasi di Kukar terbilang kondusif, aman, dan lancar.

“Di Kukar tidak ada kemacetan berarti atau gangguan lalu lintas yang menghambat mobilitas ASN. Maka dari itu, kami nilai tidak perlu menerapkan WFH,” ujar Sunggono, Selasa (25/3/2025).

Dengan tetap hadirnya ASN di kantor, Pemkab Kukar memastikan bahwa layanan kepada masyarakat akan terus berjalan dengan lancar hingga memasuki masa cuti bersama Idulfitri. Masyarakat tidak perlu khawatir akan terganggunya pelayanan, seperti administrasi kependudukan, perizinan, atau bantuan sosial.

“Kami ingin memastikan semua urusan publik tetap bisa dilayani dengan maksimal sampai hari terakhir kerja sebelum libur,” tegas Sunggono.

Keputusan ini diambil setelah dilakukan pertimbangan dan diskusi bersama berbagai pihak, demi menjaga efisiensi kerja ASN dan kelancaran roda pemerintahan. Dengan tidak diberlakukannya WFH, diharapkan pelayanan publik di Kukar tetap optimal dan profesional.

“Kebijakan ini bukan untuk membatasi, tapi untuk memastikan roda pemerintahan berjalan normal. Tidak ada alasan teknis yang menghambat ASN untuk bekerja dari kantor,” tutupnya. (ADV/DiskominfoKukar)