Tuntutan Tak Terpenuhi, GERAM Lanjutkan Demo “Gubernur Pembotek”
Portalkaltim.com, Samarinda – Gerakan Masyarakat Melawan (GERAM) kembali melaksanakan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Rabu (4/11/2026), menagih janji Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) pasca-aksi 21 Oktober 2026, dengan tema “Gubernur Pembotek”.
Ratusan massa yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum ini membawa sembilan tuntutan, dengan tujuh tuntutan lama dan dua tambahan lainnya.
Adapun tuntutan aksi, yakni:
1. Tetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai status bencana nasional.
2. Tindak tegas perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.
3. Tindak tegas perusahaan yang tidak melakukan reklamasi pasca-tambang.
4. tuntaskan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kaltim.
5. Hentikan pemadaman listrik bergilir di Kaltim.
6. Evaluasi total MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
7. Evaluasi total program Gratispol.
Penambahan poin tuntutan, yaitu:
1. Mendesak Pemprov Kaltim memberikan kompensasi dan tanggung jawab terhadap masyarakat yang terdampak ISPA.
2. Mendesak Gubernur Kaltim mencopot Sudarno dari jabatan Tim Ahli Gubernur (Tagup) Kaltim atas dugaan penyebaran pernyataan bermuatan sara.
Massa mulai memadati lokasi sejak pukul 15.00 WITA. Ribuan massa mengacungkan tiga jari sebagai simbol perlawanan terhadap isu-isu yang terjadi saat ini di Indonesia, termasuk Kaltim. Massa berhasil menduduki halaman Kantor Gubernur Kaltim dan berorasi sebagaimana tuntutan yang ditagihkan.
Salah seorang orator menyampaikan rasa kesalnya terhadap masalah yang dirasakan warga Kaltim, mulai dari matinya listrik bergilir sejak beberapa bulan lalu, sampai asap karhutla yang diisukan membawa korban jiwa seorang balita di Samarinda.
“Kami sudah muak dengan apa yang terjadi. Listrik mati terus, belum lagi asap kabut ini sampai menimbulkan korban jiwa,” teriak mahasiswa beralmamater biru yang tidak menyebutkan namanya.
Mahasiswa lain dalam orasinya yang mengaku tinggal di Kecamatan Sambutan, melihat adanya lahan yang telah terbakar sudah ditumbuhi bibit sawit yang muncul secara misterius. Dirinya ingin pemerintah sigap mencari pelaku pembakaran.
Selain itu, orator lain bahkan mengucapkan kedukaannya terhadap suara-suara masyarakat yang dirasa tidak didengar. Ia berbelasungkawa atas kesulitan nafas bagi seluruh rakyat yang terdapat karhutla.
“Kita hari ini menuntut tanggung jawab. Kami meyakini bahwa karhutla yang terjadi adalah akibat oknum-oknum yang sengaja membakar,” tegasnya.
Setelah menunggu beberapa saat dan berorasi, para massa aksi memberi hadiah lemparan sayuran busuk ke lobby Kantor Gubernur. Hal ini mencerminkan kekecewaan mereka terhadap mati listrik yang tak henti-hentinya terjadi. Kejadian ini sempat menimbulkan ketegangan sesaat. Sampai berita ini dirilis, massa masih berada di tempat aksi. (SH)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7






