Setelah 40 Hari di Tanah Suci, Ratusan Jemaah Haji Kutim Kembali ke Pelukan Keluarga

Suasana penyambutan jemaah haji Kutim

Portalkaltim.com, Kutai Timur – Suasana haru menyelimuti Masjid Agung Al-Faruq Sangatta, saat ratusan jemaah haji asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang tergabung dalam Kloter 6 Embarkasi Balikpapan tiba kembali di tanah air setelah menunaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim bersama keluarga dan masyarakat menyambut langsung kepulangan para tamu Allah tersebut. Penyambutan itu menjadi momentum ungkapan rasa syukur atas kembalinya para jemaah dalam keadaan selamat setelah menjalankan ibadah selama kurang lebih 40 hari.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kutim, Basmawati Sija, melaporkan bahwa jumlah jemaah haji Kutim yang tergabung dalam Kloter 6 Embarkasi Balikpapan saat diberangkatkan sebanyak 172 orang. Namun, yang kembali ke Kutim sebanyak 170 orang karena dua jemaah meninggal dunia di Mekkah.

Dua jemaah yang wafat tersebut yakni H. Yusup Hasan Kaco (65), warga Kecamatan Karangan yang meninggal pada 17 Mei 2026 di German Hospital Mekkah, serta H. Idae Bandung Nuheng (68), warga Kecamatan Sangatta Utara yang wafat pada 3 Juni 2026 di Rumah Sakit An-Nur Mekkah.

“Kami menyampaikan bahwa kedua almarhum dimakamkan di Mekkah dan insyaallah wafat dalam keadaan husnul khatimah,” ungkap Basmawati pada Senin (15/6/2026).

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa sebelumnya terdapat dua jemaah cadangan asal Kecamatan Rantau Pulung yang berangkat melalui Kloter 2 Embarkasi Balikpapan menggantikan calon jemaah yang mengundurkan diri. Keduanya telah kembali ke Kutim dalam keadaan sehat dan telah diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Menurut Basmawati, penyambutan kepulangan jemaah haji bukan sekadar seremoni semata, melainkan bentuk penghormatan, pelayanan, dan rasa syukur kepada Allah SWT atas kembalinya para tamu Allah ke daerah asal.

“Kepada para dhuyufullah, selamat datang kembali di Bumi Tuah Untung Benua. Bawalah semangat Arafah, Muzdalifah dan Mina ke Kutai Timur. Jadikan pengalaman haji ini sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dermawan dan menjadi teladan di tengah masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengaku bersyukur karena para jemaah dapat kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kutai Timur saya menyampaikan selamat datang kembali kepada para jemaah haji, tamu-tamu Allah yang hari ini alhamdulillah kembali dalam keadaan sehat walafiat,” ujar Ardiansyah di kesempatan yang sama.

Ardiansyah berharap seluruh jemaah memperoleh predikat haji mabrur dan mampu membawa nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah di Tanah Suci ke dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pengalaman spiritual yang didapat selama berada di Arafah, Muzdalifah, Mina hingga saat melaksanakan tawaf di Ka’bah hendaknya menjadi bekal untuk menjadi contoh bagi keluarga maupun masyarakat.

“Mudah-mudahan cerita tentang haji, cerita tentang Arafah, cerita tentang melontar jumrah di Mina, cerita tentang mabit di Muzdalifah dapat disampaikan kepada keluarga dan masyarakat agar menjadi motivasi bagi yang lain untuk mempersiapkan diri menjadi tamu-tamu Allah berikutnya,” tuturny.

Penyambutan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari pelaksanaan manasik, pemberangkatan hingga pemulangan jemaah haji Kutim.

Di tengah suasana penuh haru itu, para jemaah akhirnya kembali berkumpul dengan keluarga setelah menuntaskan perjalanan spiritual yang menjadi impian umat Islam. Pemerintah daerah berharap semangat dan nilai-nilai yang diperoleh selama berhaji dapat terus hidup serta memberikan manfaat bagi kehidupan bermasyarakat di Kutim. (TS)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7