Enam Program Gratispol Resmi Diluncurkan, Dispora Kaltim Soroti Dampak Nyata bagi Pemuda dan Akar Rumput

Portalkaltim.com, Samarinda – Program Gratispol yang diusung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, bersama Wakil Gubernur Seno Aji, resmi meluncurkan enam layanan unggulan yang dinikmati warga.

Namun lebih dari seremoni peluncuran, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim menyoroti pentingnya kesinambungan dampak kebijakan ini terutama bagi generasi muda di masa transisi Ibu Kota Nusantara.

Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma, tak hanya mengapresiasi realisasi janji kampanye tersebut, tetapi juga menekankan makna strategis program ini dalam menjawab kebutuhan riil di tengah masyarakat.

“Kita tidak hanya bicara janji politik yang ditepati, tetapi juga soal relevansi dan kebermanfaatan nyata. Ini menjadi angin segar bagi masyarakat, termasuk pemuda, dalam merespons tantangan zaman,” ujar Agus dalam keterangannya kepada media, Selasa (20/5/2025).

Enam program yang tergabung dalam Gratispol meliputi layanan pendidikan tanpa biaya hingga jenjang doktoral, akses kesehatan gratis, bantuan seragam sekolah, internet desa gratis, penghapusan biaya administrasi kepemilikan rumah, serta program perjalanan spiritual bagi marbot masjid dan penjaga rumah ibadah lainnya.

Bagi Dispora Kaltim, aspek pendidikan dan digitalisasi menjadi dua titik tekan utama. Agus menilai, fasilitas internet gratis dan akses pendidikan tinggi sangat vital untuk membentuk pemuda Kalimantan Timur yang adaptif dan berdaya saing di tengah geliat pembangunan IKN.

“Kalau kita ingin mempersiapkan generasi pemimpin masa depan, ya mulainya dari sekarang. Program seperti ini harus dijaga keberlanjutannya agar tidak hanya menjadi euforia awal pemerintahan,” ucap Agus.

Selain itu, ia juga menyoroti sinergi antarlembaga pemerintah dan keterlibatan masyarakat sebagai elemen penting dalam memastikan program tak hanya berhenti pada dokumen peluncuran.

“Kami melihat semangat kolaboratif sudah mulai terbentuk. Tinggal bagaimana kita kawal implementasinya agar tepat sasaran, terutama untuk kelompok rentan dan wilayah terpencil,” tambahnya.

Melalui program Gratispol, wajah pelayanan publik di Kalimantan Timur mulai menunjukkan arah transformasi.

Namun, tantangannya kini adalah menjaga konsistensi dan memastikan bahwa manfaatnya tidak berhenti di pusat kota, tetapi menjalar hingga pelosok desa termasuk menyentuh para pemuda yang menjadi tumpuan masa depan Kalimantan Timur.(Adv)

Loading