Disdikbud Kutai Timur Naikkan Anggaran BOSDA dan Hapus Pungutan Sekolah

Kutai Timur – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur, Mulyono, menekankan tekadnya untuk menghilangkan segala jenis pungutan atau kontribusi yang memberatkan para orang tua siswa.

Langkah ini merupakan upaya konkret untuk menjamin pendidikan yang lebih terjangkau bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah.

“Saya berasal dari keluarga yang sangat sederhana, dan saya tidak ingin lagi ada pungutan di sekolah-sekolah di Kutai Timur. Tidak ada lagi iuran atau sumbangan untuk operasional sekolah,” ucap Mulyono.

Ia menjelaskan bahwa untuk mewujudkan hal tersebut, alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) telah ditingkatkan dua kali lipat pada tahun ini.

“Anggaran BOSDA yang sebelumnya sebesar 8,9 miliar, kini kami naikkan menjadi 19 miliar rupiah. Kami harap ini dapat mencakup kebutuhan sekolah tanpa harus memungut biaya dari orang tua,” jelasnya.

Mulyono juga menegaskan bahwa apabila terdapat sekolah atau komunitas yang masih meminta biaya tambahan untuk kebutuhan operasional seperti pengecatan atau pengadaan kipas angin, para orang tua dipersilakan melaporkannya ke pihak Disdikbud agar dana tersebut dapat segera dikembalikan.

Biaya yang mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang, seperti 10 hingga 20 ribu rupiah, menurut Mulyono, bisa menjadi beban yang signifikan bagi keluarga dengan kondisi ekonomi sulit. Oleh karena itu, kebijakan ini diharapkan mampu membantu meringankan beban para orang tua.

Mulyono turut menyampaikan bahwa tahun ini, pihaknya menyalurkan bantuan berupa pulsa untuk sekolah dan madrasah, sebagai langkah mendukung proses pembelajaran seiring perkembangan teknologi.

“Beasiswa akan masuk ke rekening siswa pada bulan November 2024 ini, untuk memastikan anak-anak kita dapat terus belajar tanpa terkendala biaya,” pungkasnya. (SH/ADV)

Loading