Pemkab Kutim Dorong Pembinaan Atlet Sekaligus Perhatikan Masa Depannya
Portalkaltim.com, Kutai Timur — Pembinaan olahraga di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi dan perolehan medali. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan serta masa depan atlet yang telah berjuang membawa nama daerah.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, melalui Asisten II Sekretariat Kabupaten Kutim, Noviari Noor, saat membuka Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim 2026 di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Kamis (13/8/2026).
Menurut Ardiansyah, prestasi atlet perlu berjalan beriringan dengan penghargaan terhadap kerja keras dan dedikasi yang telah diberikan.
Atlet yang telah berlatih dan bertanding untuk daerah harus memiliki keyakinan bahwa perjuangan mereka mendapat perhatian.
“Prestasi tentu harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kesejahteraan dan masa depan atlet. Kita ingin atlet merasa bahwa kerja keras dan prestasinya dihargai,” ujar Ardiansyah dalam sambutan yang dibacakan Noviari.
Ia menilai perhatian terhadap atlet tidak semestinya hanya muncul ketika menghadapi pertandingan. Pembinaan harus melihat atlet sebagai bagian dari sistem olahraga yang memiliki perjalanan panjang, termasuk setelah mereka tidak lagi berada pada masa puncak prestasi.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong adanya pembinaan yang mampu memberikan ruang bagi atlet untuk berkembang sekaligus mempersiapkan masa depannya. Hal tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan di Kutim.
Di sisi lain, perhatian terhadap kesejahteraan atlet tidak boleh mengesampingkan kebutuhan regenerasi. Atlet yang saat ini menjadi andalan daerah tetap perlu dipersiapkan, sementara bibit-bibit baru harus terus ditemukan dan dibina secara berjenjang.
“Namun pada saat yang sama, kita juga harus memastikan adanya regenerasi,” tururnya.
Ardiansyah menegaskan, pembinaan olahraga harus dipandang sebagai sebuah sistem. Proses tersebut dimulai dari pencarian atlet muda, pembinaan usia dini, peningkatan prestasi hingga persiapan menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Pendekatan itu penting agar prestasi yang diraih Kutim tidak hanya bergantung pada sejumlah atlet tertentu. Ketika satu generasi memasuki masa akhir karier, sudah tersedia atlet lain yang siap melanjutkan pencapaian daerah.
Pemkab Kutim sendiri menyatakan komitmennya memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga sesuai kemampuan daerah dan ketentuan yang berlaku.
Namun, Ardiansyah menilai keberhasilan pembinaan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah maupun KONI.
Dukungan dari berbagai pihak diperlukan untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang mampu memberikan kesempatan kepada atlet untuk berkembang.
Dengan perhatian terhadap prestasi, kesejahteraan dan masa depan secara bersamaan, Ardiansyah berharap atlet Kutim dapat terus berkembang dan membawa nama daerah ke jenjang yang lebih tinggi. (TS/ADV)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7









