299 Guru Inklusi Kutim Disiapkan Perkuat Layanan Pendidikan Ramah Anak

Portalkaltim.com, Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus memperkuat layanan pendidikan yang dapat diakses seluruh anak, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus. Salah satu langkah yang ditempuh ialah menyiapkan guru yang memiliki kompetensi pendidikan inklusi di satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono mengatakan, pemerintah daerah (prmda) menargetkan setiap sekolah setidaknya memiliki satu guru yang memiliki kompetensi dalam menangani peserta didik berkebutuhan khusus.

Upaya tersebut dilakukan melalui program pendidikan dan pelatihan guru inklusi. Hingga saat ini, sebanyak 119 guru inklusi telah dinyatakan lulus. Jumlah tersebut akan terus diperkuat dengan penyiapan ratusan guru lainnya.

“Hingga saat ini sebanyak 119 guru inklusi telah dinyatakan lulus. Dalam waktu dekat, tepatnya pada Agustus mendatang, sebanyak 299 guru inklusi dijadwalkan mengikuti wisuda, sementara 160 guru lainnya akan kembali dikirim untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan pada tahun ini,” sebut Mulyono Hal itu disampaikan dalam rangkaian Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Kutim yang melibatkan pemerintah daerah, organisasi mitra, tenaga pendidik, orang tua, dan peserta didik di Stadion Kudungga, Rabu (29/7/2026).

Penyiapan tenaga pendidik tersebut menjadi bagian dari upaya pemda menghadirkan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh anak. Kompetensi guru dinilai penting agar sekolah mampu memberikan pendampingan dan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.

Penguatan pendidikan inklusif juga menjadi bagian dari perhatian Disdikbud Kutim dalam membangun layanan pendidikan sejak usia dini.

Mulyono menegaskan, program pendidikan inklusi diarahkan agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh layanan pendidikan karena kondisi yang dimilikinya.

Dengan semakin banyaknya guru yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan inklusi, sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih ramah dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik.

Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan perluasan akses, tetapi juga memastikan kualitas layanan dan kemampuan tenaga pendidik dalam menjawab kebutuhan anak yang beragam. (TS/ADV)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7