Indonesia Desak Akuntabilitas Global Usai Serangan UNIFIL di Lebanon, Tiga Prajurit Gugur

Duta Besar RI, Umar Hadi pada Konferensi Pers di Markas Besar PBB

Portalkaltim.com, New York – Pemerintah Indonesia menegaskan pentingnya penelusuran tanggung jawab atas eskalasi konflik di Lebanon menyusul serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang menewaskan personel TNI. Insiden di wilayah Bani Hayyan, Lebanon Selatan, menjadi sorotan internasional karena menyasar konvoi misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang berada di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dalam pernyataan di Markas Besar PBB, New York, Duta Besar RI untuk PBB Umar Hadi menegaskan bahwa konflik yang terjadi bukan peristiwa yang muncul secara tiba-tiba. Ia menyebut kondisi tersebut merupakan akumulasi dari rangkaian serangan yang terus berlangsung dan menciptakan zona permusuhan aktif yang berisiko tinggi bagi pasukan penjaga perdamaian.

“Siapa yang bertanggung jawab atas terciptanya dan berlanjutnya zona permusuhan aktif tersebut harus menjadi pertanyaan mendasar,” ujarnya.

Indonesia juga menekankan bahwa pembahasan di forum internasional tidak boleh mengabaikan akar konflik. Dalam komunikasi dengan Prancis, pemerintah Indonesia menyoroti adanya serangan berulang yang diduga dilakukan militer Israel ke wilayah Lebanon Selatan, yang dinilai melanggar kedaulatan negara tersebut dan memperburuk situasi keamanan.

Berdasarkan temuan awal, serangan yang terjadi pada Senin, (30/4/2026) disebabkan oleh bahan peledak yang dipasang di pinggir jalan dan meledak saat konvoi personel Indonesia melintas. Ledakan tersebut mengakibatkan korban jiwa serta luka di kalangan pasukan penjaga perdamaian.

Pemerintah Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Indonesia juga mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab serta memastikan akuntabilitas.

Dalam pernyataan terpisah, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyampaikan “Duka cita mendalam kepada keluarga korban serta pemerintah dan rakyat Indonesia. Saya juga mendoakan kesembuhan bagi personel yang mengalami luka dalam insiden tersebut,”

Dalam beberapa hari terakhir, tercatat tiga prajurit Indonesia gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan, yakni Kopral Fariz Al-Rambe (28), Mayor Zulmi Aditya Iskandar (33), dan Sersan Pertama Mohammed Nur Ikwan (26).

PBB kembali mengingatkan seluruh pihak yang terlibat konflik untuk mematuhi hukum internasional, khususnya terkait perlindungan terhadap personel penjaga perdamaian. Insiden ini menjadi pengingat bahwa stabilitas kawasan masih rapuh dan membutuhkan komitmen global yang lebih kuat untuk menjaga keamanan serta keberlangsungan misi perdamaian internasional.(IM)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7