Dunia Kecam Serangan Maut di Lebanon, Dua Prajurit Indonesia Gugur dalam Misi Perdamaian PBB

Kepala Operasi Penjaga Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix pada Konferensi Pers di Markas Besar PBB

Portalkaltim.com, New York – Serangan terhadap konvoi logistik pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon menewaskan dua prajurit Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Insiden terjadi di wilayah Bani Hayyan, Sektor Timur, Selasa (31/3/2026), setelah ledakan menghantam kendaraan yang digunakan dalam operasi logistik.

Selain korban meninggal dunia, dua personel lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, dengan satu di antaranya berada dalam kondisi serius. Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di kawasan konflik.

“Pagi ini, dua pasukan penjaga perdamaian Indonesia kehilangan nyawa dalam sebuah ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan,” ujar Jean-Pierre Lacroix di Konferensi Pers di Markas Besar PBB, New York.

Ia menambahkan bahwa penyebab ledakan masih dalam tahap penyelidikan.

Insiden tersebut memicu kecaman luas dari komunitas internasional. PBB menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional serta bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Termasuk Pemerintah China melalui Kementerian Luar Negeri turut menyampaikan kecaman keras atas peristiwa tersebut. Selain mengecam, pemerintah China juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta simpati kepada personel yang terluka.

Juru Bicara Kementrian Luar Negeri China, Mao Ning pada Konferensi Pers di Beijing
Juru Bicara Kementrian Luar Negeri China, Mao Ning pada Konferensi Pers di Beijing

“Setiap serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Kami mengutuk keras serangan tersebut,” kata Mao Ning saat konferensi pers virtual di Beijing.

China juga mendesak seluruh pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri serta mengambil langkah konkret guna menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian di lapangan.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa misi perdamaian internasional masih menghadapi tantangan besar di wilayah konflik. Komunitas global diharapkan memperkuat komitmen perlindungan terhadap personel penjaga perdamaian, sekaligus mendorong terciptanya stabilitas dan keamanan jangka panjang di kawasan. (IM)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7