Syarifatul Sebut UMKM Berau Jadi Pilar Ketahanan Ekonomi di Masa Pandemi

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah

Portalkaltim.com, Samarinda – Pertumbuhan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Berau menjadi bukti konkret ketahanan ekonomi lokal di tengah tekanan pandemi COVID-19. Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, menilai geliat UMKM Berau tidak hanya mampu bertahan, namun juga menunjukkan lonjakan yang mengesankan saat banyak sektor lain mengalami stagnasi bahkan kemunduran.

“Ya luar biasa sih kalau UMKM di Berau ini karena kemarin terbukti saat COVID-19 lalu ada 15 ribu UMKM naik,” ungkapnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa adaptasi dan inovasi menjadi kunci utama bagi pelaku usaha kecil untuk tetap eksis bahkan berkembang dalam kondisi darurat kesehatan global.

Secara ilmiah, ketahanan UMKM dapat dijelaskan melalui teori resilien ekonomi yang menekankan kemampuan suatu sistem ekonomi untuk menyerap guncangan dan menyesuaikan diri. Dalam konteks ini, UMKM di Berau memanfaatkan digitalisasi sebagai strategi adaptif. Platform e-commerce, media sosial, dan sistem pembayaran digital menjadi alat vital dalam mempertahankan arus transaksi selama pembatasan aktivitas masyarakat.

“Artinya walaupun dampak COVID-19 ini luar biasa mematikan perekonomian tapi ternyata sektor UMKM itu masih berjalan karena banyak masyarakat ternyata ya membeli online dan menjual juga,” tambahnya.

Lebih lanjut, Syarifatul menekankan peran penting UMKM dalam mengisi ruang ekonomi kreatif di sektor pariwisata. Produk-produk khas seperti kuliner lokal dan cendera mata menjadi penunjang utama destinasi wisata, sekaligus menciptakan rantai ekonomi yang saling menguatkan.

“Memang sektor ini yang gak ada matinya kemarin di Berau saat COVID lalu dan sektor ini pula yang bisa mendampingi pariwisata di Kabupaten Berau,” ujarnya.

Salah satu contoh nyata kontribusi UMKM adalah produk Coklat Berau yang sudah dikenal hingga mancanegara. Dengan dukungan dari PT Berau Coal, produk ini berhasil membangun ekosistem dari hulu ke hilir, mulai dari penyediaan bibit, proses budidaya, hingga pemasaran dan pengemasan.

“Apalagi di Berau saat ini yang tengah booming itu Coklat Berau yang sudah terkenal ke manca negara. Itu memang selama ini kita dibantu oleh PT Berau Coal untuk mensuplai bibitnya, terus membantu pemasarannya, membudidayakannya, dan sampai kemasannya itu dibantu,” terangnya.

Mengakhiri pernyataannya, Syarifatul menyampaikan harapannya agar pemerintah dan swasta terus memperkuat sinergi dalam mendorong diversifikasi komoditas lokal.

“Masyarakat Berau itu punya alternatif menanam coklat dan harganya kalau dihitung-hitung potensinya dengan sawit itu imbang. Jadi tidak melulu kita harus sawit, tapi potensi-potensi seperti itu yang harus dikembangkan,” pungkasnya.


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7