Komisi IV Soroti Kelayakan Sekretariat Rumah Sakit Sayang Ibu Balikpapan
Portalkaltim.com, Balikpapan – Komisi IV DPRD Kota Balikpapan menyoroti kondisi bangunan sekretariat Rumah Sakit Sayang Ibu yang dinilai membutuhkan perbaikan untuk menunjang keamanan pegawai dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hasil inspeksi mendadak (sidak) tersebut akan menjadi perhatian dalam koordinasi dengan instansi terkait, terutama Dinas Kesehatan, agar kebutuhan pembenahan dapat dipertimbangkan dalam penyusunan anggaran.
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, menjelaskan bahwa peninjauan dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap mitra kerja, khususnya dalam meningkatkan kualitas fasilitas penunjang pelayanan kesehatan. Menurutnya, kondisi bangunan perlu mendapat perhatian serius karena masih digunakan untuk aktivitas sehari-hari, sementara kelayakannya dinilai perlu dievaluasi lebih lanjut.
Usai meninjau sekretariat dan Rumah Sakit Sayang Ibu, Selasa (20/10/2026), Gasali berharap kebutuhan perbaikan dapat segera ditindaklanjuti melalui penganggaran yang sesuai. “Kita mau meninjau langsung untuk mendukung dukungan kita terhadap mitra, salah satunya Dinas Kesehatan. Mudah-mudahan dengan anggaran-anggaran yang muncul nanti bisa diperbaiki cepat, karena ini diperlukan oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai pembenahan bangunan tidak semata-mata berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kenyamanan orang-orang yang beraktivitas di dalamnya. Perbaikan diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih layak tanpa mengabaikan keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.
Gasali mengungkapkan bahwa sekitar 20 personel beraktivitas di sekretariat tersebut setiap hari. Karena bangunan telah berusia lama, pemeriksaan kondisi fisik dinilai penting untuk mengetahui tingkat kelayakannya sekaligus mengantisipasi risiko terhadap pegawai maupun masyarakat yang datang.
“Namanya bangunan yang sudah lama ini, kita tidak tahu bagaimana kondisinya sekarang. Sedangkan ada pelayanan, kegiatan setiap hari di sana, ada sekitar 20 personel. Nah, itu yang perlu juga kita perhatikan,” katanya.
Selain kondisi bangunan, Komisi IV turut menyoroti perbedaan ketentuan pemberian tambahan penghasilan pegawai (tukin). Gasali menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan regulasi sehingga membutuhkan koordinasi antarpihak untuk mencari solusi yang memiliki dasar hukum jelas.
“Semoga dengan pertemuan-pertemuan ini kita juga coba mencari solusi regulasi yang ada agar ada kesamaan tukin pada pelayanan yang ada,” jelasnya.
Melalui peninjauan dan koordinasi lanjutan, Komisi IV berharap kebutuhan perbaikan fasilitas serta persoalan regulasi tukin dapat memperoleh tindak lanjut yang tepat. Upaya ini diharapkan mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman dan nyaman sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Balikpapan.(IM/ADV)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7







