Wabup Kutim Dorong Aparatur Terapkan Integritas dalam Kinerja
Portalkaltim.com, Kutai Timur — Wakil Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi mengingatkan aparatur agar pengetahuan mengenai integritas tidak berhenti sebagai pemahaman, tetapi benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Menurut Mahyunadi, pemahaman tentang pencegahan korupsi harus menjadi pedoman dalam bekerja, bukan justru dimanfaatkan untuk mencari celah melakukan penyimpangan.

Pesan tersebut disampaikan Mahyunadi saat membuka Sosialisasi Antikorupsi dan Pengendalian Gratifikasi di Ruang Meranti, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman aparatur terhadap pentingnya integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Ia menilai sebagian besar aparatur sebenarnya telah berulang kali mendapatkan pembekalan mengenai integritas. Bahkan, aparatur yang telah bekerja selama puluhan tahun dinilai memiliki pengalaman dan pengetahuan yang tidak sedikit mengenai nilai-nilai pencegahan korupsi.
“Yang tertua kali Ibu Camat Tulungagung berapa tahun di Tulungagung? 20 tahun. Berapa kali sudah mengikuti hal-hal seperti ini? Kegiatan pencegahan korupsi sosial dan sebagainya sudah sering kali,” ujar Mahyunadi.
Dirinya menilai persoalan berikutnya bukan semata-mata mengenai seberapa banyak sosialisasi yang telah diikuti, melainkan bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan dalam pekerjaan.
Integritas harus menjadi dasar ketika aparatur mengambil keputusan, mengelola administrasi maupun menjalankan tanggung jawab pelayanan pemerintahan.
“Namun tinggal bagi bagaimana kita membuat pengetahuan kita tentang integritas itu kita maksimalkan, kita terapkan dalam kinerja kita,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar pemahaman mengenai integritas tidak berubah menjadi pengetahuan untuk mencari celah agar penyimpangan dapat dilakukan tanpa diketahui.
Menurutnya, nilai-nilai integritas justru harus digunakan untuk memperkuat sistem kerja dan mencegah kesalahan maupun penyimpangan.
“Bukan sebaliknya, justru pengetahuan integritas itu jangan sampai dijadikan hal-hal bagi kita untuk mencari celah. Mencari celah bagaimana caranya melakukan penyimpangan-penyimpangan agar aman.” tuturnya
Politikus Perasaan Indonesia (Perindo) itu menegaskan bahwa integritas harus melekat dalam kehidupan sehari-hari aparatur, baik ketika menjalankan tugas maupun ketika berhadapan dengan berbagai persoalan administrasi pemerintahan.
Sementara itu, Kepala Inspektorat Wilayah Kutai Timur Joko Suripto menjelaskan, sosialisasi tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran aparatur mengenai nilai-nilai integritas, pencegahan korupsi serta pengendalian gratifikasi. Kegiatan diikuti perwakilan OPD dan kecamatan di lingkungan Pemkab Kutim.
Melalui kegiatan tersebut, penguatan integritas diarahkan tidak berhenti pada pemahaman normatif, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja aparatur dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel. (TS/ADV)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7









