Kemarau Panjang Kaltim Picu Ancaman ISPA dan Penyakit dari Krisis Air
Teks Foto:
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur dr Jaya Mualimin menyampaikan kewaspadaan terhadap dampak kemarau dan kebakaran hutan terhadap kesehatan masyarakat.
Kemarau Panjang Kaltim Picu Ancaman ISPA dan Penyakit dari Krisis Air
Portalkaltim.com, Samarinda – Kemarau berkepanjangan di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menjadi perhatian dari sisi kesehatan karena dapat meningkatkan risiko penyakit yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan keterbatasan sumber air.
Kondisi tersebut tidak hanya berpotensi memperburuk kualitas udara akibat debu dan asap, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit ketika masyarakat terpaksa bergantung pada sumber air yang terbatas. Situasi ini menjadi tantangan yang perlu diantisipasi sebelum dampaknya meluas.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim dr Jaya Mualimin mengatakan debu hasil pembakaran dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama pada masyarakat yang memiliki kondisi pernapasan sensitif seperti asma.
“Debu dari hasil pembakaran itu menyebabkan penyakit-penyakit ISPA, infeksi saluran pernapasan, kemudian bisa juga paru-parunya banyak asbestosis, debu-debu yang masuk menjadi jelaga,” kata Jaya di Samarinda, Rabu (19/8/2026).
Selain persoalan udara, keterbatasan air juga menjadi perhatian karena penggunaan satu sumber air secara bersama dapat meningkatkan risiko penularan penyakit. Jaya menyebut diare menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai ketika kondisi sumber air tidak memadai.
“Kalau terkait dengan air, sumber air yang enggak ada otomatis yang paling banyak ini kan diare, kemudian karena satu sumber air ini diambil sama orang, ada satu yang kena penyakit bisa menular ke mana-mana,” ujarnya.
Meski demikian, Jaya menyebut kondisi ISPA di Kaltim saat ini masih terkendali karena kebakaran hutan yang terjadi belum sebesar dua tahun sebelumnya dan cenderung berada di titik-titik tertentu.
“Kalau ISPA memang ada peningkatan, tetapi alhamdulillah karena di sini kebakaran hutannya tidak seperti dua tahun yang lalu, ini hanya spot-spot saja dan itu bisa diatasi, akhirnya untuk kejadian ISPA ini tidak seperti tahun-tahun yang lalu,” katanya.
Dinkes Kaltim telah menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran yang lebih besar, termasuk pemanfaatan persediaan masker yang tersisa dari masa pandemi Covid-19 serta sosialisasi kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara memburuk.
Jaya juga menyampaikan bahwa surat edaran telah diterbitkan kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat langkah antisipasi terhadap ISPA maupun penyakit menular yang berpotensi muncul akibat keterbatasan sumber air.
Kewaspadaan tersebut dinilai penting agar kemarau tidak berkembang menjadi persoalan kesehatan yang lebih luas, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan pernapasan dan penyakit akibat kualitas air yang tidak memadai.
Langkah antisipasi perlu dilakukan sejak kondisi masih terkendali, sehingga masyarakat tidak menunggu dampak kesehatan membesar sebelum mengambil tindakan. (SH)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7







