Kebiasaan Ikut Campur dan Berkomentar Tak Perlu di Medsos Bisa Picu Stres
Portalkaltim.com, Samarinda – Perkembangan media sosial (medsos) membuat masyarakat semakin mudah menerima dan menyampaikan berbagai informasi. Namun, ruang digital yang tidak digunakan secara bijak juga dapat memengaruhi ketenangan pikiran, terutama ketika seseorang terbawa dalam perdebatan yang sebenarnya bukan menjadi tanggung jawabnya.
Kebiasaan membaca informasi secara berlebihan, mengikuti persoalan yang tidak berkaitan langsung alias ikut campur, hingga ikut memberikan komentar dalam perdebatan di media sosial dinilai dapat memicu tekanan emosional. Karena itu, menjaga kesehatan mental juga perlu dilakukan dengan membatasi diri dari hal-hal yang berpotensi menimbulkan konflik dan stres.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dr Jaya Mualimin mengatakan masyarakat perlu lebih selektif dalam menyikapi berbagai informasi yang muncul di media sosial. Menurutnya, tidak semua persoalan perlu diikuti atau dikomentari karena justru dapat membuat emosi meningkat.
“Jangan ikut-ikutan yang bukan tanggung jawabnya, kemudian kita ikut berkomentar, apalagi medsos. Mungkin yang bikin stres juga medsos,” katanya di Samarinda, Rabu (19/8/2026).
Ia menilai kebiasaan terlalu banyak menggunakan telepon seluler juga perlu diperhatikan. Interaksi di media sosial dapat berubah menjadi saling balas komentar ketika seseorang merespons informasi atau pendapat dengan emosi.
“Yang biasanya enggak emosi, tiba-tiba ada yang mengomentari, ikut komentar, jadi naik darah. Saling balas-balasan lagi,” ujarnya.
Jaya mengingatkan masyarakat agar tidak membebani pikiran dengan seluruh persoalan yang terjadi di sekitarnya. Menurutnya, masyarakat sebaiknya lebih fokus mengurus diri sendiri, termasuk menjaga kesehatan, menikmati aktivitas yang membuat nyaman, dan menghindari keterlibatan dalam konflik yang bukan menjadi tanggung jawab pribadi.
“Jadi, kita ngurusin diri sendiri bagaimana kita sehat, kita enjoy, kita nyaman. Memang ada pengaruhnya, tetapi insyaallah kalau kita tidak ikut bergaduh, pikiran kita lebih tenang,” katanya.
Ia menambahkan, ketenangan pikiran dapat membantu seseorang melihat persoalan secara lebih jernih dan menemukan solusi ketika menghadapi masalah. Karena itu, membatasi konsumsi informasi yang tidak sehat serta menghindari kebiasaan memberikan komentar buruk menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi emosional.
Upaya tersebut menjadi semakin penting ketika penggunaan media sosial telah menjadi bagian dari keseharian. Masyarakat tidak hanya perlu menyaring informasi, tetapi juga mampu menentukan kapan harus berhenti mengikuti persoalan yang berpotensi menguras emosi agar tekanan tidak berkembang menjadi stres berkepanjangan. (SH)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7







