Puluhan Titik PJU Terpasang di Sepinggan, Pemerataan Penerangan Didorong Terus Dilanjutkan

Wakil Ketua III DPRD Kota Balikpapan Budiono.

Portalkaltim.com, Balikpapan – Persoalan minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah kawasan Sepinggan mulai mendapat perhatian. Walau masuk menjadi kota yang maju, beberapa ruas jalan di Balikpapan masih gelap.

Banyak warga yang mengeluhkan kondisi. Belum lagi mahasiswa yang harus lalu lalang saat jam sibuk mengurus perkuliahan, kerapa takut untuk melintas.

Ditambah beberapa kejadian pembegalan yang disiarkan berbagai media sosial, membuat para orang tua khawatir.

DPRD Kota Balikpapan menyebut puluhan titik lampu jalan telah direalisasikan, namun pemerataan penerangan tetap perlu dilanjutkan agar seluruh lingkungan warga memperoleh akses yang sama.

Wakil Ketua III DPRD Kota Balikpapan Budiono mengatakan pemasangan PJU menjadi salah satu aspirasi masyarakat yang telah ditindaklanjuti melalui APBD.

Selain perbaikan drainase, penerangan jalan dinilai menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan.

“Selain drainase, usulan warga terkait penerangan jalan umum (PJU) juga sudah kami realisasikan. Ada sekitar 20-an titik yang telah dipasang di lingkungan ini,” ujar Budiono saat reses Masa Sidang III di Jalan Telaga Mas RT 04, Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, khusus di RT 04 jumlah lampu jalan yang telah terpasang kini mencapai sekitar 52 titik sehingga kondisi penerangan jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

“Kalau di RT ini sendiri sudah ada sekitar 52 titik PJU. Jadi menurut saya sudah cukup dan pekerjaannya juga sudah berjalan,” katanya.

Budiono menjelaskan proyek pemasangan PJU telah memasuki tahap penyelesaian. Meski jadwal dalam anggaran murni masih memberi waktu hingga Agustus, sebagian besar pekerjaan di lapangan telah lebih dahulu dilaksanakan.

“Pekerjaan PJU ini sudah digarap, bahkan sudah hampir selesai,” ungkapnya.

Ia menambahkan, proses pekerjaan dimulai setelah tahapan lelang rampung pada sekitar Mei 2026, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan di lapangan.

“Prosesnya dimulai setelah lelang sekitar bulan Mei, kemudian langsung masuk tahap pengerjaan,” jelasnya.

Meski progres pemasangan berjalan baik, DPRD menegaskan evaluasi terhadap titik-titik yang masih minim penerangan tetap harus dilakukan agar tidak ada kawasan permukiman yang tertinggal, terutama di wilayah yang masih rawan terhadap gangguan keamanan pada malam hari. (SH)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7