Drainase Rusak dan Jalan Sempit Jadi PR Sepinggan, Perbaikan Masuk APBD Perubahan 2026
Portalkaltim.com, Balikpapan – Persoalan drainase dan jalan sempit di kawasan RT 4 Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, mendapat banyak keluhan.
Mobilisasi tinggi di beberapa ruas jalan di Sepinggan, tentu saja sangat kerepotan dengan adanya jalan rusak dan jalan yang sempit.
Tak jarang, kondisi jalan ini memicu kemacetan ringan hingga berat tergantung waktu kendaraan ramai seperti di jam berangkat maupun pulang kerja.
DPRD Kota Balikpapan menilai perbaikan infrastruktur di kawasan tersebut tidak bisa lagi ditunda karena berdampak pada kelancaran lalu lintas dan kenyamanan warga.
Wakil Ketua III DPRD Kota Balikpapan Budiono mengatakan prioritas utama adalah memperbaiki saluran drainase yang membentang dari RT 4 hingga terhubung ke RT 3 dan RT 2.
Menurutnya, kondisi drainase yang ada saat ini perlu diperlebar agar sekaligus memberikan ruang bagi peningkatan kualitas badan jalan.
“Yang pertama kita harus perbaiki drainase ini. Drainase ini sepanjang RT 4, nyambung ke RT 3, lalu sampai ke RT 2. Kanan kiri drainase harus kita perbaiki,” ujar Budiono saat reses Masa Sidang III di Jalan Telaga Mas RT 04, Jumat (3/7/2026).
Ia menjelaskan pelebaran drainase akan berdampak langsung terhadap kondisi jalan yang selama ini dinilai terlalu sempit.
“Jalan ini sempit. Ketika drainasenya kita perbaiki dan dibuat lebih lebar, jalannya juga akan lebih baik,” katanya.
Selain drainase dan penerangan jalan umum (PJU), Budiono menyoroti kebutuhan mendesak berupa pelebaran jalan di salah satu titik yang diapit lahan perusahaan swasta.
Kondisi tersebut kerap memicu kemacetan, terutama pada jam sibuk, karena kendaraan dari dua arah sulit berpapasan.
“Di kanan kirinya ada perusahaan swasta. Gangnya terlalu sempit, sehingga pagi dan sore selalu macet karena mobil tidak bisa berpapasan,” ungkapnya.
Menurut Budiono, DPRD sebelumnya telah berkomunikasi dengan pihak perusahaan agar tembok pembatas dapat dimundurkan untuk memberi ruang pelebaran jalan. Namun hingga kini belum ada keputusan.
“Harapannya, kalau tembok itu bisa dimundurkan sekitar satu meter, mobil sudah bisa bersimpangan,” ujarnya.
Ia juga berharap setelah drainase selesai diperbaiki, badan jalan dapat disemen dan dilanjutkan dengan pengaspalan agar akses warga semakin nyaman.
“Sebenarnya pernah ada yang menjanjikan akan diaspal, tetapi sampai sekarang belum terealisasi. Itu menjadi pekerjaan rumah kita juga,” tegasnya.
Budiono memastikan usulan pembangunan drainase akan diperjuangkan melalui APBD Perubahan 2026. Pembahasan direncanakan dimulai saat SIPD dibuka pada Agustus, dengan target pekerjaan fisik dimulai paling lambat November.
“Drainase ini saya usulkan masuk pada anggaran perubahan tahun 2026. Usulannya nanti saat SIPD dibuka pada Agustus. Kalau berjalan sesuai rencana, pengerjaannya sekitar November sampai Desember, paling lambat November,” tutupnya. (SH)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7






