Bank Indonesia Minta UMKM Waspadai Penipuan Digital dan Gunakan QRIS dengan Aman

Pemateri Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur Valia Fajri Nadin dalam sosialisasi perlindungan konsumen dan keamanan transaksi digital dalam Seminar BIMA Etam Seri ke-13.

Portalkaltim.com, Samarinda – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur mengingatkan masyarakat dan pelaku UMKM untuk semakin waspada terhadap maraknya penipuan digital yang kini semakin beragam, mulai dari bukti transfer palsu, phishing, hingga penipuan berbasis teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Edukasi tersebut disampaikan Pemateri Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Valia Fajri Nadin dalam Seminar Business Matching serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM BIMA Etam Seri ke-13 pada rangkaian Kaltim Halal Festival (Kala Fest) 2026 di Islamic Center Samarinda, Jumat (8/5/2026).

Valia menjelaskan, selain membahas perlindungan konsumen, pihaknya juga menyosialisasikan penggunaan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS yang kini semakin memudahkan transaksi masyarakat tanpa harus membawa uang tunai.

“Sekarang tidak perlu lagi membawa dompet atau uang cash, cukup pakai handphone dan transaksi menjadi lebih cepat, mudah, murah, aman, dan handal,” ujarnya.

Ia menegaskan, masyarakat juga perlu mengetahui bahwa pedagang tidak diperbolehkan menaikkan harga saat konsumen membayar menggunakan QRIS. Biaya Merchant Discount Rate (MDR) maupun biaya administrasi menjadi tanggung jawab penjual, bukan pembeli.

“Kalau harga dinaikkan karena bayar pakai QRIS, itu bisa dilaporkan ke Bank Indonesia karena biaya admin tidak boleh dibebankan ke pembeli,” katanya.

Valia menambahkan, QRIS kini juga telah berkembang hingga bisa digunakan untuk transaksi lintas negara seperti di Jepang, Thailand, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, hingga Tiongkok sehingga masyarakat tidak perlu lagi menukar uang tunai saat bepergian ke luar negeri.

Selain itu, inovasi terbaru berupa QRIS Tap juga mulai diperkenalkan, di mana masyarakat cukup menempelkan telepon genggam ke mesin EDC untuk bertransaksi tanpa perlu memindai kode QR secara manual.

Di sisi lain, Bank Indonesia menyoroti berbagai modus penipuan yang semakin canggih seperti bukti transfer palsu, QRIS palsu yang ditempel di tempat usaha, pesan singkat berisi link palsu, hingga video call deepfake yang meniru wajah tokoh publik seperti Raffi Ahmad untuk menawarkan hadiah palsu.

Menurutnya, penipu biasanya memanfaatkan kepanikan korban atau godaan hadiah instan agar masyarakat lengah dan menyerahkan data pribadi seperti PIN, OTP, password, nomor kartu, hingga identitas pribadi.

Karena itu, Bank Indonesia mengingatkan prinsip tiga langkah utama yakni stop, cek, dan kunci. Stop berarti tidak langsung mengklik tautan atau mengunduh aplikasi mencurigakan, cek memastikan sumber informasi benar-benar resmi, dan kunci berarti menjaga seluruh data pribadi agar tidak dibagikan kepada siapa pun.

Masyarakat juga diminta membuat password yang kuat dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol serta mengaktifkan sistem keamanan tambahan seperti fingerprint atau face ID untuk memperkuat perlindungan akun digital.

Jika sudah terlanjur menjadi korban penipuan, masyarakat dapat segera melapor ke lembaga jasa keuangan terkait atau melalui layanan pengaduan resmi. Untuk kendala sistem pembayaran seperti QRIS, uang elektronik, dan kartu kredit, pelaporan dapat dilakukan ke Bank Indonesia melalui layanan BICARA 131 atau langsung ke kantor Bank Indonesia di Samarinda Seberang. (SH)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7