Merasa Dihina Syahariah Mas’ud di WA Grup, Akhmed Reza: Demi Tuhan, Aku Tidak Terima!

Akhmed Reza Fachlevi dari Fraksi Gerindra (kiri) dan Syahariah Mas'ud dari Fraksk Golkar (kanan)

Portalkaltim.com, Samarinda – Suasana kisruh di ruang rapat DPRD Provinsi Kalimantam Timur (Kaltim) dalam agenda tanggapan fraksi-fraksi terkait hak angket dari demo 214 terjadi melibatkan dua politisi, yakni Akhmed Reza Fachlevi dari Fraksi Gerindra dan Syahariah Mas’ud dari Fraksk Golkar.

Di tengah pembacaan pendapat Fraksi Gerinda yang diwakili oleh Reza, dirinya menyuarakan keberatan dengan pesan yang ditulis saudari Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang akrab disapa Bunda Syahariah di WhatsApp grup DPRD.

Di mana, Reza menyebut bahwa Bunda Syahariah menulis, “mulutmu yang besar, kenapa sembunyi di dalam demo. Apa maumu lah.” Pesan ini dibacakan langsung Reza dalam rapat yang disiarkan secara langsung di Youtube resmi DPRD Kaltim Official pada Senin (4/5/2026).

Emosi, Reza dengan tegas menyebut bahwa di keluarganya tidak pernah ada yang berkata kasar demikian. Dirinya didik sejak masa tumbuh besar bersama kakek, nenek hingga ayah dan ibunya dengan bahasa santun.

“Saya dihidupkan, diajari di lingkungan keluarga saya, tidak pernah berucap seperti ini. Mulai dari kakek saya, nenek saya, bapak dan ibu saya. Almarhum ibu saya, bahkan di lingkungan keluarga sendiri ini tidak pernah berbunyi bahasa kasar seperti ini. Ini etika, ini marwah dari keluarga saya!” tegasnya.

Reza menyebut bahwa ungkapan yang dilayangkan Bunda Syahariah jelas menyalahi aturan, di mana seharusnya WhatsApp grup adalah tempat untuk menumpahkan pekerjaan atau pikiran-pikiran yang sesuai dengan tugas mereka sebagai wakil rakyta, malah menjadi wadah mencaci orang lain.

Ia mengingatkan semua pihak, seluruh anggota DPRD Kaltim kala itu agar tidka ada lagi yang menyalahi pelanggaran kode etik demikian. Tidak hanya membekas di hati dan ingatan, tetapi juga bisa melanggar Undnag-Undang Informasi dan Transakso Elektronik (UU ITE).

Merespon Reza, Bunda Syahariah angkat suara. Dia mengaku bahwa kalimat yang disebutkan Reza adalah benar, dengan alasan Reza sebagai perwakilan Gerindra tidak muncul saat demo 214 jilid II tengah berlangsung.

Bunda menyatakan bahwa Reza adalah ornag yang paling keras ingin segera dilakukan pemberian respon terkait hak angket pada demo 214 jilid I beberapa waktu lalu.

Namun, Bunda melihat tidak ada batang hidung Reza dan kawan-kawan fraksi alias anggota DPRD Kaltim lainnya yang menemui massa demo 214 jilid II.

Kesal, Bunda menumpahkannya lewat pesan pembawa kisruh itu ke dalam grup WhatsApp. Bunda menuturkan tidak berniat kasar, tetapi dia hanya ingin Reza menunjukkan sikap yang benar, sama seperti waktu Reza dengan keras menginginkan respon hak angket.

“Mohon maaf kalau saya sedikit agak keras. Saya hanya memperjelas. Jadi berapa berapa lama saya menunggu agar fraksi yang lain hadir kita menghadapi demo di depan,” kata Syahariah.

“Tapi kami menunggu tidak ada yang datang. Akhirnya kami akhirnya saya minta izin sama teman-teman saya mohon maaf kalau dalam grup saya agak sedikit emosi dan kecewa. Karena dalam Lembaga, kita harus bersatu di DPRD. Kita harus menenangkan masyarakat,” lanjutnya.

Menanggapi pernyataan Bunda, Reza kembali berbicara. Ia mengatakan bahwa benar dirinya bersuara lantang untuk merespon hak angket yang diminta masyarakat.

Namun, kembali Reza keberatan dengan pernyataan Bunda yang disebutnya tidak pantas. Mulai bergaduh, suasana mulai tidak kondusif saat Reza hendak melanjutkan perkataannya, tapi disela untuk dihentikan demi keamanan karena dianggap telah keluar pembahasan dan menyerang personal.

“Demi Tuhan, demi alhmarhum Mamaku, aku tidak terima!” ucap Reza yang terlihat ditahan beberapa orang sebelum acara berakhir. (SH)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7