Gelombang Demonstrasi “Tidak Ada Raja” Meluas di AS, Kritik Kebijakan Presiden Donald Trump
Portalkaltim.com, Amerika Serikat – Gelombang aksi demonstrasi bertajuk “No King” kembali digelar secara serentak di berbagai wilayah Amerika Serikat pada Sabtu (28/3/2026). Aksi ini menjadi putaran ketiga yang ditujukan untuk memprotes kepemimpinan Donald Trump beserta kebijakan pemerintahannya.
Salah satu aksi terbesar berlangsung di St. Paul, Minnesota, tepatnya di luar gedung ibu kota negara bagian. Penyelenggara memperkirakan jumlah massa yang hadir mencapai lebih dari 150.000 orang. Selain itu, demonstrasi juga berlangsung di lebih dari 3.000 titik di seluruh negeri, mencerminkan meluasnya gelombang penolakan terhadap pemerintah.
Jurnalis Christian Benavides dari CBS News melaporkan dari West Palm Beach, Florida, yang berada dekat dengan kediaman presiden. Ia menyebutkan bahwa aksi ini merupakan demonstrasi terbesar dalam rangkaian protes “No King”.
Dalam aksinya, para demonstran menyuarakan kritik terhadap janji kampanye Presiden Trump yang dinilai tidak terealisasi. Salah satu peserta aksi menyatakan bahwa presiden sebelumnya berjanji tidak akan memulai perang baru serta mengutamakan kepentingan Amerika, namun realitas yang dirasakan masyarakat dinilai berbeda.
Sementara itu, Presiden Trump dilaporkan menghabiskan waktunya di lapangan golf miliknya di Florida di tengah berlangsungnya aksi tersebut. Di sisi lain, Gedung Putih merespons demonstrasi ini dengan menyebutnya sebagai bentuk “sesi terapi gangguan Trump”. Pernyataan tersebut langsung ditanggapi oleh demonstran yang menegaskan bahwa aksi mereka merupakan bentuk perjuangan demokrasi, bukan sekadar pelampiasan emosi.
“Ini bukan terapi mental. Ini menunjukkan bahwa kami bisa kuat dan bisa memiliki demokrasi kembali,” ujar salah satu demonstran dalam aksi tersebut.
Aksi serupa juga berlangsung di sejumlah kota besar dunia, seperti Roma, Madrid, dan Paris, yang menunjukkan bahwa isu ini mendapat perhatian internasional.
Demonstrasi ini terjadi di tengah pernyataan Presiden Trump yang menyatakan keinginannya untuk mengakhiri konflik dengan Iran.
Sebelumnya, pada Jumat, ia juga menyampaikan pidato dalam sebuah konferensi investasi yang didukung Arab Saudi, sekaligus mengkritik sekutu NATO yang dinilai tidak memberikan dukungan terhadap kebijakan Amerika.
Dalam kesempatan terpisah, Presiden Trump juga menyinggung kondisi Kuba, yang disebutnya berada di ambang krisis akibat masalah internal yang berkepanjangan dan gangguan pasokan energi.
Gedung Putih dalam pernyataan resminya menyebut bahwa perhatian terhadap aksi unjuk rasa ini hanya datang dari para demonstran dan media yang meliputnya.
Namun, di lapangan, aksi ini justru menunjukkan meningkatnya partisipasi publik dalam menyuarakan aspirasi politik mereka.(IM)
![]()








