Ditlantas Polda Kaltim Evaluasi Kecelakaan dan Pengamanan Operasi Ketupat
Portalkaltim.com, Balikpapan – Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026, khususnya terkait angka kecelakaan lalu lintas dan efektivitas pengamanan di berbagai titik strategis. Evaluasi ini menjadi dasar dalam merumuskan langkah penanganan, yang lebih tepat sasaran ke depan.
Evaluasi tersebut juga mencakup kondisi lalu lintas di sejumlah wilayah, termasuk Polres Penajam Paser Utara(PPU) yang disebut memiliki beberapa persoalan, di antaranya kerusakan jalan. Untuk itu, Ditlantas Polda Kaltim telah mengirim tim asistensi dari Subdit Gakkum guna menindaklanjuti keluhan yang muncul di lapangan.
“Dari sisi faktor, penyebab kecelakaan yang paling dominan adalah mendahului dan tabrak belakang. Selain itu, tidak menjaga jarak juga menjadi faktor utama,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Kombes Pol Ahmad Januari Insan, Jumat(27/3/2026), dalam paparan hasil Operasi Ketupat Mahakam di Aula Mako Ditlantas Polda Kaltim.
Ia menegaskan bahwa analisis kecelakaan tidak dapat dilakukan secara umum, melainkan harus melalui penguraian detail terhadap setiap peristiwa. Untuk itu, tim dari Subdit Gakkum akan dibentuk guna mengkaji anatomi kecelakaan secara lebih rinci sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara spesifik.
Salah satu contoh kasus terjadi di wilayah PPU pada H-1 Lebaran, di mana kecelakaan terjadi di jalan lurus yang diduga dipicu kondisi pengemudi mengalami mikrosleep (pengemudi tertidur sesaat). Insiden tersebut melibatkan pejalan kaki dan mengakibatkan satu korban meninggal dunia.
“Selanjutnya terkait kecelakaan lalu lintas, bahwa Operasi Ketupat tidak hanya mengatur arus mudik masyarakat, tetapi juga merupakan operasi kemanusiaan,” Tambahnya.
Menurutnya, setiap titik kecelakaan, khususnya yang bersifat fatal, perlu dianalisis untuk menentukan intervensi yang tepat, seperti pemasangan garis kejut atau penanda keselamatan lainnya. Pendekatan ini diharapkan mampu menekan potensi kecelakaan di lokasi rawan.
Dari total 30 kejadian yang tercatat selama operasi, tidak seluruhnya mengakibatkan korban jiwa. Beberapa di antaranya merupakan kecelakaan ringan seperti serempetan, namun tetap masuk dalam data karena berkaitan dengan klaim asuransi dan administrasi lainnya.
Selain aspek kecelakaan, Ahmad juga menyoroti pengamanan dalam OPERASI KETUPAT yang melibatkan 88 pos pengamanan. operasi tersebut tidak hanya berfokus pada arus mudik, tetapi juga merupakan operasi kemanusiaan dengan cakupan pengamanan yang luas.
Pengamanan tersebut terbagi dalam beberapa klaster, meliputi jalan tol, jalan arteri, tempat ibadah, pelabuhan, dan bandara. Sejumlah pos terpadu juga ditempatkan di titik strategis seperti pelabuhan dan bandara guna memastikan pelayanan optimal kepada masyarakat selama periode Lebaran. (IM)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7










